Asrama Polisi di Bagus Kuning Palembang Terbakar, Terdengar Suara Ledakan Peluru

# Sebelas Rumah Ludes Dilalap si Jago Merah

 

PALEMBANG, SIMBUR – Asrama Polisi (Aspol) Bagus Kuning Plaju  terbakar, Sabtu (14/9) siang sekitar pukul 11.20 WIB. Akibat peristiwa itu, 11 dari 13 unit rumah hangus dilalap si jago merah.

Masyarakat yang berada di lokasi kejadian ragu-ragu untuk mendekati lokasi. Saat jilatan api kian membesar, terdengar beberapa kali ledakan. Diduga ledakan tersebut berasal dari peluru anggota polisi yang tersimpan di dalam rumah.

“Yang kebakaran itu Aspol. Mungkin senjata-senjata mereka itu masih di dalam. Nah, itu peluru,” ujar salah satu warga saat mendengar beberapa kali ledakan seperti suara tembakan.

Salah seorang korban mengatakan bahwa api berasal dari seorang anak kecil yang sedang bermain masak-masak.  Orang tuanya diduga lalai sehingga tidak mengetahui jika anaknya bermain menggunakan api sungguhan. “Anak kecil main masak-masakan, lalu meledak dan kena motor bapak. Habis barang kami, yang sempat diamankan hanya ijazah saja,” kisahnya kepada korban lain sembari menangis.

Tidak hanya itu, ada juga salah satu korban yang terlihat berusaha tegar melihat harta bendanya termasuk satu ekor ikan arwana kesayangannya yang tidak sempat diselamatkan. “Iya, jangan ditanya kalau kerugian saya. Dari arwana itu saja sakit hati saya,” ungkapnya sedikit bercanda berusaha menghibur diri.

Kepala Asrama, Kartijon mengatakan, dirinya belum mengetahui pasti asal api, yang jelas berawal dari belakang asrama. “Api datangnya dari belakang.  Cuma kami belum tahu asal api darimana. Apakah dari korsleting listrik atau ada yang membakar, kami belum tahu. Kejadiannya sangat cepat, sehingga belum tahu. Untuk saksi-saksi sedang diperiksa di Polsek Plaju,” ungkapnya.

Walau tidak ada korban jiwa, Kartijon memastikan jika hampir seluruh asrama hangus terbakar. “Semua ada 13 rumah dan terbakar 11, (tapi) korban jiwa tidak ada. Kalau harta benda belum bisa ditaksir berapa kerugiannya, yang pasti kendaraan tidak ada yang terbakar,” lanjutnya.

Sementara, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan jika pihaknya sedang membantu memadamkan api dan melakukan komunikasi dengan para korban kebakaran.

“Kami sedang membantu memadamkan (api). Untuk lainnya, kami sedang komunikasikan sembil melihat situasi. Kami juga akan membangun tenda sementara,” ujarnya saat mendatangi lokasi kebakaran didampingi Wakapolresta dan Kapolsek Plaju. Akan tetapi, Kapolresta belum memastikan penyebab terjadinya kebakaran. “masih dicari tahu,” singkatnya.

Untuk memadamkan kobaran api diperlukan waktu sekitar hampir dua jam, dibantu tujuh mobil pemadam kebakaran (damkar) yang terdiri dari dua unit dari Pertamina, empat unit dari Pemkot Palembang, dan satu unit mobil water cannon Polresta Palembang.  Saat ini, lokasi kebakaran masih diberi garis polisi untuk kelancaran penyelidikan. (dfn)