Papua Berdarah, Kodam II/Sriwijaya Berduka

Tarian perang mematikan yang dibawakan ratusan penduduk di wilayah Distrik Waghete Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, Rabu (28/8) telah melukai hati bangsa ini, khususnya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Laksana laskar perang turun dari gunung, suku asli yang diduga telah terprovokasi itu membawa berbagai senjata tajam seperti panah, tombak, dan parang. Mereka berlari-lari kecil melingkar, melakukan aksi demonstrasi secara anarkis, lalu menyerang aparat yang bertugas. Satu anggota TNI “baret hitam” dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) 5/ Dwi-Pangga Ceta (DPC) Karang Endah Kodam II/Sriwijaya dikabarkan gugur saat mengamankan aksi tersebut. Demonstrasi dipicu protes warga Papua terhadap aksi demonstrasi di Surabaya jelang HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI belum lama ini.

 

 

PALEMBANG, SIMBUR – Awan duka menyelimuti Kodam II/Sriwijaya, Kamis (29/8). Pasalnya, Danranpur AVLB Tonhar Kima Yonkav 5/DPC, Serda Rikson Edi Candra gugur dalam tugas operasi di Wilayah Distrik Waghete Kabupaten Deiyai Provinsi Papua dalam rangka Satgaster BKO Kodam XVII/Cenderawasih, Rabu (28/8).

Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, almarhum Rikson bersama 84 anggota TNI dari Kodam II/Sriwijaya diberangkatkan setelah Idulfitri lalu. Rencananya akan bertugas kurang lebih satu tahun. “Anggota yang ditugaskan sejumlah 85 orang. Jadi ada sekitar 85 personel dari Kodam II/Sriwijaya yang ditugaskan ke Ambon termasuk Papua. Salah satunya Serda Rikson yang bertugas di Kodim Deiyei. Penugasannya kurang lebih (baru) dua bulan,” jelas Kapendam kepada wartawan, Kamis (29/8).

Diceritakan, pada Rabu (28/8), Serda Erikson bertugas di kantor Bupati Deiyei dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa dari kelompok masyarakat Papua yang menuntut adanya rasisme di Surabaya. Unjuk rasa berlangsung pada pukul 14.00 WIT. Massa bertambah banyak sehingga terjadi bentrokan. Serda Rikson gugur dalam bentrok tersebut akibat terkena panah.

“Intinya terjadi bentrokan di sana dengan massa. Almarhum gugur sebagai kusuma bangsa. Seharusnya dia mengamankan di kantor bupati. Karena massa cukup besar akhirnya tidak terelakkan lagi. Saat itu, ada tiga anggota TNI yang bertugas. Satunya gugur dan dua anggota TNI dan tiga anggota Polri luka-luka,” ungkapnya seraya menambahkan, menurut informasi yang diterima, situasi saat ini sudah kondusif dan sudah diamankan oleh anggota TNI dan Polri.

Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, Kodam II/Sriwijaya memberikan penghormatan setinggi-tingginya dan  akan mengajukan kenaikan pangkat bagi sersan dua (serda) Rikson Edi Candra yang gugur dalam tugas saat mengamankan kantor Bupati Deiyei, Papua dari serangan sekelompok massa yang diduga merupakan penyusup dalam unjuk rasa damai.

“Dalam hal ini, Kodam II/Sriwijaya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum dan mengajukan kenaikan pangkat satu tingkat menjadi sersan satu (sertu) anumerta. Kami mendoakan semoga amal ibadahnya diterima Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Selain itu, Kapendam memastikan jika keluarga yang ditinggalkan akan diberi santunan, dan prioritas bagi putranya jika kelak ingin menjadi anggota TNI. “Kami ada aturan bahwa apabila prajurit TNI gugur saat bertugas akan diberi santunan kepada keluarga korban, itu menjadi perhatian kami. Bisa jadi, saat anaknya dewasa dan ingin menjadi anggota TNI, bisa jadi diprioritaskan. Kenapa tidak. Kami akan bantu (karena) orang tuanya pahlawan,” tegasnya.

Masih kata Johan, Kodam II/Sriwijaya merasa sangat kehilangan atas gugurnya Serda Rikson. Almarhum dianggap berjasa besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk upaya pecah belah. “Kami merasa kehilangan, bahwa yang bersangkutan adalah prajurit kusuma bangsa AD. Almarhum mempunyai jasa yang besar karena dia mengamankan, tetapi karena situasinya tidak menguntungkan, Serda Rikson gugur sebagai kusuma bangsa,” ungkapnya dengan raut wajah sedih.

Dilanjutkan, jenazah direncanakan tiba di Palembang pada pukul 18.30 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda dan diterima oleh Kasdam II/Sriwijaya beserta jajaran dan dilakukan penghormatan. “Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di Karangendah, Kabupaten Muara Enim. Direncanakan jenazah akan dimakamkan pada 30/8 secara militer di TMP Kusuma Bangsa Prabumulih,” ujarnya.

Serda Rikson yang merupakan warga Jalan Lintas Palembang – Prabumulih Desa Karang Endah Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumsel.  Almarhum meninggalkan satu orang istri, Endang dan dua orang anak,  Richard D dan Shakira NK.

Sementara itu, unjuk rasa kembali terjadi lagi hari ini di Jayapura, Kamis (29/8). Aksi tersebut mengakibatkan aktivitas warga di Jayapura lumpuh. Banyak toko dan kantor, termasuk mal tutup sejak siang, sekitar pukul 12.30 WIT. Kerusuhan di Jayapura hari ini disertai perusakan sejumlah gedung. Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Abepura  dan Tower telekomunikasi nirkabel atau Base Transceiver Station (BTS) milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) di Jayapura juga dirusak dan dibakar massa sekitar pukul 11.30 WIT. (tim)