- Dongkrak Layanan Kesehatan, Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rapat Strategis BLU RS AK Gani
- Peradi Profesional: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
- Sokong Ketahanan Pangan, Kasdam II/Swj Bahas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih Bersama Kaster Panglima TNI
- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tergantung di Dalam Sumur
PALEMBANG, SIMBUR – Ibu rumah tangga (ibu RT), Marlinda (43) ditemukan tewas tergantung di dalam sumur. Peristiwa itu membuat gempar warga Jalan Padat Karya, RT 09/02, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Rabu (21/8) sekitar pukul 06.30 WIB.
Marlinda (43), istri Salim (45), tinggal di sebuah bengkel mobil tua kusam dan kurang terawat, tempat cat, dempul dan servis mesin. Posisi sumur ini berada di samping belakang bengkel juga rumah ini. Bengkel sendiri dikelilingi tembok bata dan seng. Sumur sedalam 10 meter yang kering itu kini dipasang garis polisi.
Kanit Reskrim Polsek Sukarami Iptu Marwan SH menegaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan olah TKP atas adanya insiden warga Jalan Padat Karya yang meninggal di dalam sumur. “Tadi sudah diperiksa di lokasi, kemudian divisum luar di RS Bhayangkara. Sementara meninggalny karena terjerat tali dalam sumur, motifnya masih diselidiki,” ungkapnya sembari mengatakan, usai dikafani di RS Bhayangkara jasad Malinda langsung dibawa ke kampung orang tuanya di Muba untuk dimakamkan.
Mamat (53) tetangga korban mengatakan, kematian Malinda tetangganya itu memang dengan posisi di dalam sumur. “Pagi tadi kejadiannya. Biasanya istrinya mau salat. Ambil air di sumur, pakai tali kapal putih kecil itu. Ini kan kemarau, jadi mungkin sumur dalam, ada 8 atau 10 meter, airnya kelihatan. Ada mesin air kadang macet,” ungkapnya.
Mamat menambahkan, pasutri tetangganya ini memang sudah lama tidak diberi momongan atau buah hati. “Sudah lama tidak ada momongan, sama-sama duda dan janda, menikahlah. Mungkin karena itu ribut pastilah,” ujarnya menduga.
Iwis (45) pedagang sayur mengatakan, Malinda memang kadang beli tempe sayuran di tempatnya. “Iya, kadang beli sayur di.sini. Baik dan sehat orangnya. Ke sini pakai motor tapi tidak sering juga, memang gak ada anak,” ujarnya.
Ketua RT setempat RT 09 Jukri Hw (59) mengatakan kematian janggal warganya itu memang baru kali ini mengagetkan. “Baru kali ini kejadian kayak ini. Awalnya jam 06.30 WIB, Sarji tukang ojek kasih tau saya, ada yang bunuh diri itu di bengkel mobil depan. Terus saya ke sana, posisi dia (korban) sudah tergantung di dalam sumur, dengan leher terjerat tali kapal kecil warna putih,” terangnya.
Untuk posisinya, kepala di atas di dalam sumur, dengan tali ke dalam sekitar 4 meteran, yang atas diikat di pohon Kedondong. “Ketahuan sama suaminya pagi jam setegah tujuh, dari semalam jam 04.00 WIB istrinya susah hilang. Dicari-cari tidak ketemu, baru ketahuan di dalam sumur,” jelasnya.
Pak Jukri juga mengatakan soal kematiannya tidak ingin menduga biarlah polisi. “Kalau mereka sudah lama menikah lebih 10 tahun. Memang belum ada momongan, mereka duda dan janda. Waktu ketemu suaminya sempat nangis,” cetusnya seraya menambahkan, malam sebelum kejadian, tetanga depan sempat dengar ada orang menangis, terus dicari. “Mungkin ribut semalam sebelum kejadian,” ungkapnya.
Soal pasutri tetangganya ini, Jukri dan tetangga mengenal baik. Istrinya sehat dan suka bergaul dengan warga, sama juga dengan suaminya. “Pak D kami panggil suaminya, baik ya kalau ada undangan datang, tidak ada yang menyimpang, normal,” timpalnya. (kbs)



