- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Pecahkan Dua Rekor Muri, Dukung Kemajuan Pariwisata
MUARA ENIM, SIMBUR – Sebanyak 105 pohon pinang disediakan PT Bukit Asam (PTBA) Persero Tbk Tanjung Enim dalam rangka merayakan HUT ke-38 tahun dan memperingati satu abad penambangan di Tanjung Enim. Kegiatan pemecahan Rekor Muri ini digelar Sabtu (02/03) di lapangan saringan Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.
Sebelumnya, sebanyak 1.204 peserta berhasil memecahkan Rekor Muri sebagai peserta Tari Sambut terbanyak, Sabtu (2/3) di Lapangan Kantor PTBA. Ribuan peserta Tari Sambut yang berkostum warna warni yang di dominasi warna hitam dan kuning keemasan tersebut merupakan gabungan para yang berasal dari 39 SD, 8 SMP, dan 9 SMA yang ada di wilayah Kecamatan Lawangkidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.
Direktur Utama PT BA Tbk, Arviyan Arifin mengajak masyarakat dan manajemen perusahaan untuk sama-sama mensyukuri atas apa yang sudah dicapai PTBA pada usia ke 38 tahun ini dan ia berharap agar terus bersinergi bersama masyarakat. “Pada perayaan tahun ini sengaja kita adakan sebanyak 105 batang pinang dengan jumlah pinang yang banyak ini diharapkan dapat memecahkan rekor Muri,” pungkas Arviyan.
Arviyan dalam kesempatan tersebut mengatakan, berbagai acara yang digelar dalam rangka meningkatkan potensi Sumber daya alam dan sumber daya manusia kita akan dukung dan support sehingga cita-cita kita menjadikan Kota Tanjung Enim sebagai tujuan wisata akan terkabul. Salah satunya di awali dengan masuknya Tari Sambut Lawang Kidul berhasil memecahkan rekor dunia. “Kita dukung penuh semua kegiatan positif, apalagi untuk meningkatkan pariwisata di wilayah Kabupaten Muara Enim ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Syafranudin BBA, selaku penggagas dan penggerak Tari Nyambut membeberkan awal terlaksananya acara ini, bermula pihaknya mengundang seluruh Kepala SD, SMP dan SMA untuk mengutarakan menggelar tari sambut dan ternyata semua kepala sekolah tersebut menyambut baik dan sepakat untuk mengirimkan siswanya mengikuti kegiatan ini.
“Setelah semuanya dikirim, para siswa tersebut kita berikan pembekalan dan pelatihan yang di tempatkan di tujuh lokasi dan geladi bersihnya dilaksanakan hari ini di lapangan PT Bukit Asam,” ungkap Sekcam Lawang Kidul ini.
Lanjut Syafranudin tujuan dilaksanakan pemecahan rekor ini, awalnya hanya target pemecahan rekor muri, namun ternyata mampu memecahkan reokor dunia. “Hal penting di gagasnya tari ini sebagai upaya untuk mendukung Tanjungenim Kota Wisata. Karena itu perlu adanya penunjang seperti acara-acara berskala nasional dan kegiatan ini sudah mendapat dukungan penuh oleh PTBA, terutama untuk memajukan sektor pariwisata yang akan dibangun dan dikembangkan di Kota Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul,” lanjutnya.
Manajer Rekor Muri, Triono usai penyampaian penghargaan mengatakan, bahwa berdasarkan pengamatan dan penilaian untuk kategori Tari Sambut, Kecamatan Lawangkidul, dinobatkan sebagai Tari Nyambut terbanyak dunia dengan 1.204 orang penari secara bersamaan.
“Setelah kami lakukan penilaian dan pengamatan secara detil, ternyata Tari Nyambut Lawangkidul ini masuk Tari Nyambut lokal terbanyak dan berhasil memecahkan Rekor Dunia,” ukar Triono.(dpt)



