Jadikan Kampung Baru Lebih Bersinar

# BNNP Sumsel Bisa Beri Pendidikan dan Pelatihan, Tidak Harus Melakukan Penindakan dan Penangkapan

 

PALEMBANG, SIMBUR – Giat razia yang dilakukan sejumlah personil Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa hari lalu, disesalkan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Pasalnya, selain memakan korban, Kapolda menilai razia di Kampung Baru sebaiknya dengan menggunakan kekuatan penuh. Namun, Irjen Pol Zulkarnain tetap mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh BNNP Sumsel bersama Satpol PP itu menjadikan Kampung Baru lebih bersinar (bersih dari narkoba).

“Secara pribadi saya menyayangkan. Niat BNNP Sumsel jelas bagus dan berapi-api, tetapi risiko itu juga harus berhitung. Terkait koordinasi, saya tanyakan memang belum ada koordinasi dengan Polda Sumsel. Tetapi tidak apa-apa karena kami melihat dari semangat mereka,” ungkapnya di Mapolresta Palembang, Sabtu (2/3).

Sebenarnya, lanjut Kapolda, pihaknya mengharapkan kegiatan razia gabungan terlebih dulu diinformasikan ke Polda Sumsel. “Saya sudah koordinasi dengan kepala BNNP Sumsel dan dia memahami. Apa susahnya dibackup oleh pasukan dari Polda Sumsel, misalnya dengan kekuatan penuh. Memang kami sudah prediksi. Memang itu kampung ‘narkoba’, biasanya (menangani) itu dengan kekuatan penuh. Tapi itu hanya Pol PP dan beberapa orang dari BNNP,” ungkapnya tenang.

Atau mungkin lanjut Kapolda, ada konsep (cara) yang lain yang lebih persuasif dilakukan oleh BNNP Sumsel. “Kan BNN itu ada konsep pencegahan seperti pelatihan atau pendidikan. Tidak hanya sekadar penindakan dan penangkapan. Tapi mereka saat intens sekali bagaimana membuat kampung narkoba menjadi kampung yang bersinar (bersih dari narkoba),” harap Kapolda.

Terkait korban tertembak (MA), pihak Kepolisian belum bisa menentukan apakah peluru yang menembus anak itu adalah dari peluru (anggota) BNNP atau bukan. “Karena kan yang namanya kampung mereka kan juga persiapan (senjata) rakitan. Kampung-kampung seperti itu tidak mungkin mulus-mulus saja diantara mereka. Tapi harus kami periksa nanti, kalibernya apa belum juga masih dalam proses penyelidikan. Memang itu sudah dikenal kampung (Teratai Putih) sebagai eks lokalisasi. Memang begitulah di sana,” ujarnya.

Terkait langkah dan upaya yang akan dilakukan bagi korban, Kapolda akan berkoordinasi dengan pihak BNNP Sumsel. “Kami akan bicarakan lebih lanjut. Kalau kasusnya tentu akan kami tangani, korban akan diobati. Walaupun dia (korban) pelaku narkoba, tatap kami aparat penegak hukum apakah polisi atau BNNP harus merawat dia dengan sebaik-baiknya, terlepas dia pelaku narkoba tetap akan dilindungi,” harapnya.

“Berikutnya tetap akan kami bahas lebih lanjut dengan pola-pola penanganan yang direncanakan oleh BNNP, misalnya menjadikan kampung yang tadinya konotasi narkoba, menjadi kampung yang bersih dari narkoba,” tegas Kapolda. (dfn)