Alex Noerdin Sudah Lama Memprediksi LRT Bakal Rugi

PALEMBANG, SIMBUR – Polemik soal ketidakmampuan pendapatan Light Rail Transit (LRT) Palembang untuk menutupi beban biaya operasional, ternyata sudah diprediksi jauh sebelum beroperasinya transportasi massal itu. Hal itu disampaikan mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin di Universitas Sriwijaya (Unsri), Kamis (21/2).

“Dia (LRT) rugi, pasti. Dari dulu itu sudah kami prediksi pasti rugi. Dan di manapun di dunia, pemerintah berkewajiban untuk menyubsidi transportasi publik,” ungkapnya.

Namun, bagi Alex sebenarnya banyak cara untuk memperkecil angka kerugian akibat biaya operasional LRT yang mencapai Rp 9 miliar per bulannya. “Banyak hal (cara) untuk memperkecil kerugian itu. Ada 13 stasiun dan 680 tiang (bisa) dijadikan iklan (media reklame). Kemudian target oriented development (TOD) di stasiun-stasiun yang memungkinkan, itu bisa memperkecil subsidi. Kalau tidak bisa pas, imbang, kecil subsidinya. Nah itu harus peran pemerintah,” ujarnya.

Terkait sepinya penumpang LRT pertama di Indonesia itu, Alex menganggap jika sosialisasi harus terus ditingkatkan, agar masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. “LRT itu memang pasti sepi kalau hanya satu rute, karena itu ada empat rute. Kemudian juga, banyak masyarakat yang belum pernah naik LRT, bahkan di (warga) Palembang juga banyak. Jadi sosialisasi itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pendapatan LRT Palembang dalam sebulan hanya mencapai Rp 1 miliar, sedangkan biaya operasional mencapai Rp 10 miliar. Terkait subsidi pemerintah pusat, sebelumnya Menteri Perhubungan menyampaikan jika sampai saat ini LRT Palembang masih mendapat suntikan subsidi sebesar Rp 123 miliar per tahun. (dfn)