- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Dukung Sumsel Jadi Destinasi Wisata Olahraga
PALEMBANG, SIMBUR – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel), Akhmad Najib menilai bahwa keputusan menetapkan Sumsel sebagai destinasi wisata olahraga sudah tepat. Bukan tanpa alasan, dukungan infrastruktur fasilitas kelas dunia, menjadi faktor penting dari penunjukan tersebut.
“Sebenarnya itu ada sepuluh destinasi (10 Bali Baru), tetapi Sumsel ditegaskan oleh Menteri Pariwisata sebagai destinasi wisata olahraga. Menurut saya, itu tepat karena Sumsel mempunyai fasilitas atau infrastruktur yang sudah diuji baik single event maupun multi event,” ujarnya usai menghadiri rapat di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Senin (18/2).
Bukan hanya itu, Najib juga menilai bahwa peran penting masyarakat juga menjadi alasan penunjukan tersebut. “Partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam hal kemeriahan dan keramahtamahan,” katanya.
Dalam konteks pariwisata, lanjut Najib, ada empat faktor yaitu atraksi, destinasi, aksesibilitas dan promosi. Empat faktor tersebut tidak bisa dikerjakan oleh Disbudpar sendiri. Harus ada kabupaten/kota dimana destinasi berlokasi dan aksesibilitas yang ada di kabupaten/Provinsi dan pusat.
“Hal itu yang kami galakkan. Kami tahu bahwa wonderful Indonesia itu sudah menggaung. Namun di sisi lain, yang diperlukan aksesibilitasnya. Kalau itu tidak ada, bagaimana orang bisa ke sana (destinasi). Target kami itu wisman dan wisnun. Jika dilihat sekarang itu dalam posisi yang sudah hampir 70 persen. Artinya, destinasi kita (menarik wisatawan),” pungkasnya. (dfn)



