Ajak Warga Hindari Konflik

PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel Herman Deru kerap mengimbau warganya untuk selalu menghindari konflik. Pernyataan itu kembali dipertegasnya dengan menandatangani komitmen kesepakatanan umat beragama bersama 5 perwakilan tokoh agama, pada acara Jalan Santai HAB Kemenag Sumsel,  di halaman Kanwil Kemenag Minggu (6/1) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru juga melepas peserta jalan santai kerukunan, dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ke-73. Ribuan masyarakat turut andil pada acara jalan santai tersebut.

Dalam sambutan singkatnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui, dengan adanya jalan santai kerukunan ini menandakan wujud kebersamaan. Saat jalan santai warga bisa berbaur dengan warga lainnya dalam suasana yang akrab.

“Jalan santai ini juga merupakan wujud kebersamaaan. Kita tadi juga lakukan penandatanganan kesepakatan umat bergama. Ini menjadi tanda kalau kita sepakat untuk selalu bersama, menghindari semua konflik yang ada di Provinsi Sumsel,” tuturnya

Jalan sehat kerukunan itu dimulai pukul 06.00 WIB start di Kanwil Kemenag Sumsel. Hadiah yang disediakan bagi peserta jalan sehat antara lain lima sepeda motor, puluhan kulkas, sepeda, kipas angin, kompor gas, mesin cuci, televisi, magic com, dan kitchen set.

Sebelumnya Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel juga telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka menyemarakan HAB ke-73 di Sumsel antara lain, donor darah pada 18 Desember 2018 lalu, lomba tumpeng pempek pada 22 Desember, khitanan massal pada 27 Desember, bedah rumah pada 27 Desember, pembangunan masjid pada 27 Desember, dan upacara HAB di Griya Agung pada 3 Januari 2019 lalu.

 

Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-73 Tahun 2019 tingkat Provinsi Sumatera Selatan diperingati dalam upacara bendera. Peringatan bertempat di halaman Griya Agung Palembang, Kamis (3/1) dengan inspektur upacara Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru SH MM.

Dalam pidatonya tertulisnya Menteri Agama RI,  Lukman Hakim Saifuddin yang dibacakan Gubernur Sumsel H Herman Deru menegaskanperingatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama  pesan untuk mewujudkan supremasi nilai-nilai ke-Tuhanan dan keagamaan sebagai ruh pembangunan dan kemajuan bangsa.

Terlebih masalah agama adalah hal  yang amat peka jika tidak ditangani dengan hati-hati dapat menimbulkan persoalan yang rumit. Karena itu jajaran Kementeria Agama dituntut kematangan dalam  cara berpikir dan bertindak dalam mengelola urusan bidang keagamaan, menjaga tetap menjaga  kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

“Dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Agama telah meraih sejumlah capaian dalam Reformasi Birokrasi. Juga indeks kepuasaan publik atas pelayanan keagamaan, seperti pelayanan haji dan pelayanan pencatatan nikah yang terus meningkat,” katanya.

Disamping itu Menteri Agama menegaskan,  organisasi dan satuan kerja dilingkungan Kementerian Agama RI sejak tahun 2017  hingga  2018 telah menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan mengembangkan digitalisasi pelayanan publik di bidang keagamaan.

Kembali Aktifkan P3N

Usai upacara Gubernur H Herman Deru menyerahan Surat Keputusan (SK) kepada para Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK) di Sumatera  Selatan.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur mengaktifkan kembali Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) atau yang saat ini berganti nama menjadi Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK).

Aktifnya kembali P3N di Sumsel tersebut dibuktikan dengan telah  diserahkannya Surat Keputusan (SK) kepada para Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK) di Sumatera  Selatan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menjadi Pembina Upacara pada upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-73 tahun 2019 tingkat Provinsi Sumsel, bertempat di halaman Griya Agung, Kamis (3/1).

Gubernur Sumsel H Herman Deru menegaskan fungsi dari P2UKD dan P2UKK tidak hannya sebatas menjalankan tugas sebagai penghulu  saja, namun juga harus menjadi penghubung antara masyarakat  dengan pemerintah, umat dengan ulama, serta atar umat beragama.

“Mereka yang dulunya pernah menjadi P3N direkrut kembali, namun tugas dan tanggungjawabnya ditambah , begitu juga dengan honornya kita akan tambah. Ini karena peran dan fungsi dari P2UKD dan P2UKK ini sangat penting dalam  rangka  pembinanan umat,” tegasnya.

Gubernur berjanji, setelah mengaktifkan P3N kedepan Pemerintah Provinsi Sumselm, dirinya juga akan segera membentuk petugas penghubung urusan keagamaan di desa dan kelurahan bagi  non muslim. “Gubernur itu adalah pemimpin bagi semua umat diwilayah daerahnya masing-masing, bukan hannya umat muslim namun juga umat agama lainnya yang sah di negeri ini,:” jelasnya.

Dalam peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-73 tahun 2019 tingkat Provinsi Sumsel kali ini, Gubernur Sumsel H Herman Deru  menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera atas inovasi pelopor serta penggerak petugas penghubung urusan keagamaan desa dan kelurahan dalam Provinsi Sumsel.

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM juga mengajak semua elemen masyarakat di Bumi Serasan Sekundang untuk prihatin dan peduli terhadap korban bencana yang terjadi di Bumi Pertiwi ini. “Bangsa ini masih dalam kondisi berkabung atas peristiwa alam yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Indonesia yaitu Lombok, Palu, Banten dan Lampung. Maka dari itu mari bersama-sama prihatin dan peduli untuk membantu saudara-saudara yang mengalami musibah. Seluruh bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan dalam derita dan bahagia, dalam sukacita maupun dukalara,” ajak A. Yani menyampaikan sambutan Menteri Agama.

Lanjut A. Yani, sejalan dengan tema HAB Kemenag tahun ini yaitu ‘Jaga Kebersamaan Umat’, dirinya mengajak seluruh jajaran Kemenag, di tahun politik sekarang ini untuk menebar kebersamaan. “Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama kabupaten/kota di Indonesia, di tahun politik sekarang ini. Mari senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan,” ajak A. Yani.

Lebih lanjut A. Yani menerangkan memasuki tahun 2019 ada enam sasaran strategis program Kemenag RI yang telah digariskan yaitu Pertama, peningkatan kualitas kehidupan umat beragam. Kedua, peningkatan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama. Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan keagamaan.Kemudian, keempat peningkatan akses layanan pendidikan. Kelima, peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan. Dan, keenam peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

Lebih jauh, kata Yani, masih membacakan sambutan Menteri Agama RI. Ke depan, program bimbingan perkawinan dan konseling keluarga supaya dijalankan lebih masif. “Ketahanan keluarga belakangan ini menghadapi ancaman guncangan dan kerapuhan. Seperti terlihat dari tingginya angka perceraian, perkawinan usia dini, dan kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Untuk itu, ia minta agar Program Bimbingan Perkawinan dan Konseling Keluarga dijalankan secara lebih masif bekerjasama dengan organisasi mitra Kementerian Agama dan ormas keagamaan lainnya yang ada di lingkup pemerintahan baik propinsi maupun kabupaten-kota. (kbs/dpt)