- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tingkatkan Kesejahteraan, Petani dan Nelayan Bentuk Korporasi
MUARA ENIM, SIMBUR – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Muara Enim ingin melakukan gebrakan baru terhadap perbaikan serta peningkatan derajat kesejahteraan petani dan nelayan yang ada di kabupaten Muara Enim. Hal itu diungkap Ketua KTNA Muara Enim Sunarwan, Selasa (4/12).
Sunarwan menerangkan yang jadi permasalahan di masyarakat saat ini adalah kesejahteraan, terutama bagi para petani dan nelayan. Maka dari itu dia berharap kepada pemerintah daerah agar mampu membantu petani dan nelayan. Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dengan cara memberikan bantuan berupa bibit, alat pertanian, pakan, hingga subsidi pupuk bagi masyarakat petani dan nelayan yang ada di kabupaten Muara Enim khususnya.
“Petani dan nelayan itu sebenarnya tidak perlu yang namanya program pemerintah berobat gratis ataupun sekolah gratis. Akan tetapi yang diperlukan bagaimana dapat meningkatkan hasil produksi dan mampu meningkatkan derajat kesejahteraan. Dengan begitu, semua mampu dibiayai sendiri tanpa ada embel-embel gratis namun kualitasnya tidak baik. Jadi kami harapkan adalah bantuan berupa bibit, alat pertanian, pakan, hingga subsidi pupuk,” terang Sunarwan.
Lanjut Sunarwan, yang dibutuhkan dalam peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan saat ini pentingnya pembentukan korporasi petani dan nelayan. Di antaranya pembentukan koperasi atupun unit-unit kelompok tani yang mampu menampung hasil pertanian dan nelayan, sehingga harga dapat dikontrol dan akan terhindar dari para tengkulak yang nakal.
“Saat ini kami perlu dukungan dari pemerintah dari segi perizinan, pembentukan koorporasi berbentuk koperasi ataupun unit-unit kelompok tani dan nelayan yang mampu membeli dan menjualkan hasil pertanian dan nelayan yang nantinya bisa menekan harga dipasaran hingga teraturnya pangsa pasar komuditi pertanian dan perikanan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat KTNA Muara Enim Faizal Anwar, SE yang juga anggota DPRD Muara Enim dari Fraksi PAN mengatakan merujuk data BPS 2017, di Kabupaten Muara Enim sektor pertanian menjadi strategis, penting dan tidak bisa diabaikan karena hampir 79,02 % dari luas wilayah.
“Pertanian telah menghidupi banyak warga masyarakat kabupaten Muara Enim, bukan sekadar antara petani dan pedagang, atau tapi juga menyediakan lapangan kerja di bidang pertanian. Tentu ini menjadi salah satu perhatian utama kita di legeslatif,” ujar Faizal.
Lebih lanjut Faizal mengatakan sejak awal dirinya berkomitmen untuk memajukan serta memperjuangkan nasib petani dan nelayan agar kesejahteraannya dapat lebih meningkat. “Komitmen saya dari awal menjadi anggota DPRD hingga sekarang adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan mendorong pemerintah memberikan berbagai bentuk bantuan dan latihan terhadap para petani, peternak, dan nelayan,” pungkasnya.(dpt)



