- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Terbujur Kaku di Kebun Karet, Kakek Ditemukan Tak Bernapas
MUARA ENIM, SIMBUR – Warga Desa Sialing Kecamatan Belida Darat, Muara Enim dikagetkan dengan ditemukannya mayat seorang kakek yang tewas di kebun karet miliknya Rabu, (10/10) sekira pukul 13.00 wib. Mayat kakek yang diketahui bernama Muharkowi bin Mahdan (alm) (65) yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini tidak terdapat tanda-tanda kekerasan ditubuhnya. Diketahui saat dia berangkat ke kebun karet miliknya dalam keadaan sehat.
Informasi yang berhasil dihimpun kejadian ini bermula saat Kakek berangkat dari rumah ke kebun karet miliknya. Dari rumah pada pagi hari, kemudian sekira Jam 13.00 Wib korban yg seharusnya sudah pulang jam 10.00 wib kerumah belum juga tiba. Karena itu, putri Kakek, Intan Purnama Sari pergi ke kebun menyusul korban untuk memastikan kondisi korban.
Setibanya di TKP putri korban bernama Intan justru menemukan korban sudah terbujur kaku dalam keadaan terbaring. Melihat hal itu dia langsung untuk meminta bantuan saudaranya Doni Irawan dan warga Lainya guna mengevakuasi korban dan langsung melaporkan kejadiaan itu ke Mapolsek Lembak.
Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Juwono didampingi Kabag Ops melalui Kapolsek Lembak AKP. Alfian membenarkan penemuan mayat tersebut dan anggotanya telah mendatangi TKP dan mengumpulkan informasi dari para saksi serta melakukan visum terhadap korban ke Puskesmas setempat.
“Benar adanya penemuan mayat itu. Anggota kami telah mendatangi serta mengevakuasi korban, dengan membawa korban ke Polindes Desa Sialingan, kemudian mengamankan barang Bukti berupa baju dan celana yang dikenakan oleh korban, serta meminta keterangan saksi-saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut,” terang Alfian.
Lebih lanjut Alfian menerangkan sesaat setelah mayat diangkat dari TKP, lalu dibawa ke rumah duka. Berdasarkan hasil pemeriksaan Petugas Puskesmas Belida Darat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya tampak luka gores diduga bekas terkena ranting pohon pada saat korban jatuh pingsan. Dugaan sementara pihak medis bahwa korban meninggal dunia akibat serangan jantung karena korban punya riwayat darah tinggi.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak terdapat bekas luka kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung karena korban diketahui memiliki riwayat darah tinggi. Sementara itu pihak keluarga tidak akan melakukan autopsi serta membuat surat pernyataan dan akan melakukan pemakaman terhadap korban,” tutupnya.(dpt)



