- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Baru Beroperasi, LRT Palembang Sudah Mogok
PALEMBANG, SIMBUR – Baru beroperasi light rail transit (LRT) Palembang sudah mogok. Hal itu diduga akibat hujan deras yang mengguyur kota ini Rabu (1/8).
Informasi yang dihimpun, LRT mogok di beberapa titik. Pertama
terjadi saat LRT hendak menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sekitar empat kilometer dari bandara, hujan deras dan LRT terhenti mendadak alias mogok. Penumpang kaget dan dibuat bingung karena gerbong tak kunjung bergerak. Penumpang tertahan di dalam gerbong selama satu jam sebelum jalan kembali.
LRT kembali mogok saat melintas di Stasiun Cinde hingga 45 menit. Akibatnya, penumpang pun sedikit kecewa bahkan harus turun beralih ke kendaraan lainnya. “Rencananya saya ingin cepat jadi saya mencoba menggunakan LRT, ternyata mogok cukup lama,” kata warga yang tak mau disebutkan namanya.
Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengaku memang saat beroperasional, LRT mengalami mogok. Aidah, mengatakan mogoknya LRT baru pertama kali terjadi setelah beroperasi bulan lalu. Hanya saja, dia belum mengetahui penyebab kejadian itu. “Benar, ada masalah teknis, masih diperiksa oleh PT INKA,” ungkap Aidah sembari meminta meminta maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan ini. “Permasalahan teknis ini masih diperiksa,” singkatnya.
PPK LRT Palembang, Suranto menambahkan, mogoknya LRT ini bukan permasalahan besar yakni sensor pintunya terlalu sensitif. Namun, dirinya belum dapat menjelaskan secara detail kondisi tersebut. “Yang jelas berhubungan dengan tenaga kelistrikan dan lain sebagainya tapi tidak tahu detailnya,” singkatnya.
Keterangan yang diperoleh dari sumber terpercaya, selain karena hujan, penyebab mogoknya sepur di pucuk diduga akibat jarak antara roda dan rel terlalu mepet. Saat terkena panas matahari, rel memuai sehingga menghambat laju roda kereta. Bukan hanya itu, dari sisi track, untuk LRT Palembang memakai narrow gauge sepanjang 1.067 mm. LRT Palembang masih menggunakan konsep manual dan dibutuhkan masinis untuk mengendarainya. Sebanyak 60% komponen LRT Palembang diimpor dari berbagai negara seperti Cina dan Eropa. Hanya sekitar 40% komponen LRT yang menggunakan bahan lokal.
Bagian LRT yang diimpor adalah sistem propulsi (propulsion system) seperti alat kontrol, pengereman, dan roda. Untuk komponen pengereman, semua bahan didatangkan dari Eropa. Sementara untuk car body sekaligus mesin LRT diimpor langsung dari Cina. Mesin yang digunakan untuk mengekstrusi car body berbahan aluminium sangat kecil.(bbs)



