Risiko Pekerjaan Berbahaya, Polisi Hadapi Ancaman Terorisme

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Ancaman terorisme benar-benar nyata bagi masyarakat, khususnya anggota kepolisian. Meskipun sudah ditanggulangi, aksi teror tetap saja membahayakan. Namun apa mau dikata, begitulah tugas polisi dalam melindungi dan mengayomi masyarakat dari ancaman teror.

Walaupun harus menanggung risiko dan mengorbankan jiwa dan raga, polisi harus tetap berada di garda terdepan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Begitulah gambaran risiko pekerjaan polisi. Begitu juga ancaman bahayanya teroris terhadap masyarakat dan negara,” ungkap Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman SIk MH, dikonfirmasi usai pemutaran film 22 Menit di Palembang Indah Mall (PIM), Kamis (19/7).

Drama heroik polisi saat menanggulangi aksi terorisme di Jl Thamrin-Sarinah pada 2016 lalu diangkat ke layar lebar dalam film 22 Menit. “Film-nya bagus. Karena terinspirasi dari kejadian nyata,” puji Farman.

Saat penayangan hari pertama pada Kamis (19/7), tiket film garapan sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita itu ludes terjual di sejumlah bioskop di Palembang. “Semua (kursi) sudah di-booking polisi,” ungkap teller Cinema 21 Palembang Indah Mall  yang tak mau disebutkan namanya.

Informasi yang dihimpun, sebagian besar perwira tinggi dan menengah di lingkungan Polda Sumsel turut ambil bagian menyaksikan film produksi Buttonijo tersebut. Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hadi Bawono beserta jajaran dikabarkan menonton film yang salah satu peran dalam film itu dimainkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu. Kapolda Sumsel menonton film ini di Cinemax Palembang Icon. Sementara, Kapolresta bersama Walikota, Ketua DPRD Kota, Danlanud, Dandim 0418, serta perwakilan FKPD Kota Palembang ikut menyaksikan film 22 Menit di Palembang Indah Mall.

Adegan dalam film ini yang paling menghebohkan penonton ketika orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tito Karnavian memerankan seorang pengendara motor tanpa menggunakan helm sehingga harus ditilang oleh polisi lalu lintas (polantas).

Film bergenre drama action ini benar-benar membuat penonton berdebar sampai akhir adegan. Selain Kapolri, film ini diperankan  oleh Ario Bayu, Mathias Muchus, Ence Bagus, Ardina Rasti, Fany Fadilah, Oiem Brams, dan lainnya.(lks)