- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Radikalisme dan Terorisme Menyebar Luas melalui Media Sosial
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Paham radikalisme dan terorisme semakin menyebar luas melalui media sosial. Untuk itu, perlu pencegahan dan penanganan sejak dini. Hal itu diungkap Wakil Gubernur Ishak Mekki saat membuka acara “Saring sebelum Sharing” Literasi Digital Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta, Kamis (5/7).
“Penyebarluasan paham terorisme dan radikalisme di tengah masyarakat masih terus terjadi, media sosial merupakan salah satu sarana yang mudah disusupi. Penyebarluasan paham radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia seringkali melalui sosial media dalam hal koordinasi yang dilakukan untuk merekrut anggota baru di sosial media sangatlah mudah dilakukan,” tutur Ishak saat mengawali sambutannya.
Disampaikannya lagi, Pemprov Sumsel bersama instansi terkait lainnya telah berupaya terus menerus untuk menciptakan Sumsel yang aman dan tentram, terutama dari bahaya radikalisme dan terorisme. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi atau pengetahuan terkait pencegahan paham radikalisme dan terorisme kepada seluruh elemen masyarakat di Sumatra Selatan.
“Kegiatan Saring sebelum Sharing ini saya harapkan menjadi salah satu upaya penyebarluasan paham radikal dan terorisme di masyarakat dengan menghasilkan konten positif dan mendidik di media sosial,” tambahnya.
Ditambahkannya lagi, diharapkan juga bagi generasi muda di Provinsi Sumatera Selatan, untuk tidak percaya informasi yang kurang jelas kebenarannnya dan jangan menggunakan berita-berita terutama dari media sosial yang tidak jelas kebenarannya. Semua harus dicek terlebih dahulu kebenarannya, apalagi menyangkut informasi atau berita yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua FKPT Sumsel Feriansyah mengungkapkan, sekitar 55,6 persen mahasiswa di Sumsel berpotensi terbawa paham radikal. Hal ini diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan oleh FKPT di lima kabupaten/kota di Sumsel yaitu, Ogan Ilir, Prabumulih, Ogan Komering Ulu, Pagaralam dan Lubuk Linggau.
Lanjutnya, analisa kajian FKPT terhadap survey menunjukkan pangkal radikalisme di kalangan mahasiswa tidak hanya faktor pengaruh lingkungan dan keluarga, namun juga tak lepas dari medi sosial yang menyajikan konten radikalisme.
“Pengaruh radikalisme juga bisa masuk dari kegiatan pertemuan organisasi, ini juga turut membentuk sikap radikal. Oleh karenanya, kami terus sosialisasikan bagaimana semua pihak ikut berperan dalam pencegahan terorisme,” pungkasnya.(red/rel)



