- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Perbaikan Jembatan Lamban, Warga Terusik “Calo Jalan”
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Warga mengeluhkan lambannya perbaikan Jembatan Ogan Kertapati yang rusak akibat ditabrak tongkang beberapa waktu lalu. Karena itu, jembatan di sebelahnya menjadi sempit dan macet setelah arus kendaraan dijadikan dua jalur.
Darmidi (62), warga sekitar jembatan mengatakan, besarnya ukuran jembatan yang tak begitu lebar membuat arus lalu lintas kerap padat. Akibatnya arus lalu lintas yang biasanya digunakan satu jalur kini menjadi dua jalur. Warga khawatir dan resah karena sering terjadinya macet, di mana kendaraan menumpuk dan menambah kebisingan.
“Kami di sini repot. Berisik akibat penertiban jalur lalu lintas dilakukan calo pada malam hari. Selain itu, masalah sampah yang tepat berada di pangkal jembatan tersebut. Kami minta Pemkot Palembang untuk mengatasi sampah tersebut supaya ditempatkan pada tempat yang lain atau yang lebih layak. Secepatnya jalan bisa diperbaiki. Jadi kami tidak resah dengan dampak macet,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa jembatan Ogan Kertapati akan diperbaiki pascalebaran Idulfitri. Akan tetapi, jembatan tersebut hingga kini belum juga diperbaiki.
Darmidi menambahkan, hingga saat ini baru hanya sebatas perbaikan pemasangan bambu pada tiang pancang yang dilakukan oleh Dinas PU. “Jalan ini ditutup pihak PU,” ujarnya, dijumpai Simbur, Senin (2/7).
Pantauan di lokasi, bagian pangkal jembatan Ogan Kertapati dipasang pembatas berupa bambu besar yang melintang. Pagar pembatas tersebut hanya bisa dilalui oleh motor. Sementara untuk mobil yang melintasi harus melewati jembatan yang di sebelahnya.
Masih kata warga, jembatan tersebut merupakan jalan alternatif Kota Palembang-Indralaya. “Sejauh ini jembatan hanya bisa dilalui motor dan tidak bisa dilalui mobil,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Sumsel dan Dinas PUBM belum berhasil dikonfirmasi. Terkait kemacetan dan calo jalan, pihak berwenang pun belum bisa dihubungi.(cjs01)



