- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Mendagri Menduga Ada Sabotase, Minta Dilakukan Investigasi
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menduga ada unsur sabotase dari ribuan e-KTP yang mencurigakan itu. Karena itu, Mendagri memerintahkan agar dapat dilakukan investigasi.
“Saya minta segera turun lakukan investigasi di Dirjen Dukcapil, siapa yang tanggung jawab? Pasti ada unsur sabotase walau e-KTP itu sudah rusak atau invalid,” kata Tjahjo dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (27/5) siang.
Menurut politisi PDIP tersebut, e-KTP yang sudah tidak valid lagi seharusnya segera dimusnahkan. Sebab e-KTP tersebut akan rawan disalahgunakan. Maka Tjahjo pun meminta Polri untuk mengusutnya. “Saya minta polisi mengusutnya. Kepada Dirjen Dukcapil diperintahkan sekarang juga e-KTP yang rusak atau salah atau invalid harus dihancurkan atau dibakar jangan dibawa bawa ke gudang. Harus tetap waspada terhadap kemungkinan disalahgunakan,” kata Tjahjo.
Diketahui sebelumnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh mengatakan dua kardus e-KTP yang tercecer di Jalan Raya Salabenda, Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah e-KTP rusak dan invalid. Hal itu diketahui dari pengecekan langsung oleh tim Kemendagri.
Pengecekan dilakukan langsung Sekretaris Ditjen Dukcapil I Gede Suratha bersama aparat kepolisian. “Menunjukkan bahwa KTP-el yang tercecer tersebut adalah KTP-el rusak/invalid,” kata Zudan.
Dia menjelaskan bahwa ribuan e-KTP itu diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor. E-KTP itu dibawa dalam satu dus dan seperempat karung. Jumlah kepingnya tidak bisa dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya.
Di tengah jalan saat dibawa, e-KTP itu terjatuh dari truk dan bercecer di jalan. Namun, semuanya kini sudah diamankan dan dibawa lagi ke Gudang Penyimpanan di Semplak. “Disaksikan oleh petugas Kemendagri yang ditugaskan melaksanakan pemindahan barang dari Pasar Minggu ke Semplak,” ujarnya.
Kasus tercecernya ribuan e-KTP itu ditangani Polres Bogor. “Beberapa staf yang mengawal barang tersebut dan sopir akan diminta keterangan,” tutur Zudan sembari meminta masyarakat untuk tak mempercayai adanya informasi hoaks terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi II DPR, Achmad Baidowi alias Awiek heran dengan penemuan e-KTP tersebut. “Penemuan dua kardus e-KTP sempat tercecer di jalan raya tentu mengejutkan. Apalagi berdasarkan informasi dari saksi mata ada satu truk muatan,” ujar Achmad Baidowi, anggota Komisi II DPR RI kepada wartawan, Minggu (27/5).
Baidowi pun mempertanyakan bagaimana e-KTP beralamat Sumsel itu tiba di wilayah Jawa Barat. Kalau proses pencetakan e-KTP menjadi alasan, menurut Baidowi tidak masuk akal, karena e-KTP bisa dicetak di Sumsel.
“Pertama, terkait isi muatan apakah satu truk isinya e-KTP semua atau sebagian? Kedua, alamat e- KTP yang ada di Sumsel, kenapa bisa nyasar dan numpuk di Bogor? Kalau alasan dicetak, bukankah e-KTP bisa dicetak di Sumsel.”
Awiek berharap e-KTP ini bukan alat kepentingan politik. Karena itu, dia mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut menelusuri kejadian tersebut. Karena sekarang mendekati momen politik jangan sampai e-KTP, menjadi komoditas untuk menguntungkan ataupun menjatuhkan salah satu kelompok. “Karena itu, Kemendagri harus melakukan pengecekan apakah e-KTP tersebut asli atau palsu? Jangan sampai terjadi penyalahgunaan terhadap e-KTP,” tutup Awiek. (red/okezone/indopos)



