- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
“Drama 40 Jam” Berakhir
DEPOK – Drama kerusuhan mencekam hampir 40 jam di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Rabu (8/5) malam berakhir Kamis (10/5) pagi. Hal itu diungkap Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.
Dalam keterangan persnya di Mako Brimob, Depok, Wakapolri menyebutkan sekitar 95 persen narapidana teroris (napiter) telah menyerahkan diri, lalu akan dilakukan isolasi dan pemindahan tahanan. “Sudah tidak ada negosiasi,” katanya.
Wakapolri menyatakan, dia memimpin langsung operasi sejak kerusuhan terjadi pada Selasa (8/5) malam. Dia menegaskan polisi juga sedang melakukan sterilisasi.
Senada diungkap Menkopolhukam Wiranto. Menurutnya, sebanyak 155 napiter di Mako Brimob menyerah tanpa syarat setelah aparat keamanan memberikan ultimatum. “Bukan negosiasi, tetapi ultimatum,” kata Wiranto didampingi Kepala BIN Budi Gunawan dan Kepala BNPT Suhardi Alius.
Wiranto menegaskan saat ultimatum pertama, sebanyak 145 langsung menyerah sedangkan 10 orang melakukan perlawanan tetapi setelah diserbu semua menyerahkan diri.
Ia menambahkan, Polri telah mengambil kembali 30 pucuk senjata yang sempat dikuasai para teroris. “Senjata itu bukan senjata organik militer atau kepolisian tapi hasil sitaan dari aparat keamanan saat operasi penanganan terorisme sebelumnya,” kata Wiranto.
Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo menegaskan negara dan rakyat Indonesia tidak gentar menghadapi tindak terorisme. “Saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun kepada terorisme dan juga upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara,” kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (10/5).
Presiden Jokowi menjelaskan, berdasarkan keterangan Menko Polhukam Wiranto, Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, seluruh narapidana terorisme yang ada di Rutan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok sudah menyerahkan diri.
Presiden mengapresiasi tindakan penanggulangan yang dilakukan oleh Polri dalam mengatasi insiden kerusuhan di rutan itu. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam menyelesaikan peristiwa ini,” tegas Jokowi.(antara)



