- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sandera Bebas, 5 Polisi dan 1 Napi Tewas
DEPOK – Kerusuhan narapidana (napi) kembali terjadi di rumah tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/5) malam. Dalam insiden berdarah itu, 5 polisi dan 1 napi teroris dinyatakan tewas. Sementara, 1 polisi yang disandera sekitar 130 napi teroris, Bripka Iwan Sarjana akhirnya dibebaskan.
“Iwan sudah berhasil kami bebaskan. Sekarang di RS Polri Kramat Jati,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan, Kamis (10/5) dini hari.
Pembebasan kata dia baru terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tadi. Namun, dia tak merinci proses pembebasan itu bisa terjadi. Kata dia, korban selamat dan sedang dalam proses perawatan di RS Polri. Sementara, 5 polisi lain anggota Densus 88 yang disandera, ternyata tewas dibunuh. Demikian satu tahanan,
Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru tewas ditembak saat hendak merebut senjata aparat.
Masih kata Iqbal, mayoritas lima anggota Polri yang tewas mengalami luka dalam di bagian leher akibat senjata tajam. “Ada pula yang mengalami luka tembak di kepala,” kata Iqbal dalam jumpa pers.
Masih kata Iqbal, polisi yang tewas dinaikkan pangkatnya satu tingkat menjadi anumerta. Kelimanya, yakni Ipda Yudi Raspuji, Bripka Deni Seadi, Briptu Sandi Setyo Nugroho, Bripda Sukron Fadli, serta Bripda Wahyu Catur Pamungkas.
Dijelaskan Iqbal, insiden berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian. Keributan bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa. Ketika itu pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme. “Pemicunya adalah hal yang sepele. Pemicunya adalah masalah makanan,” ucapnya.
Sementara itu, satu tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah dikabarkan aman. Hal itu diungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto. “Ahok sudah kami amankan,” katanya.
Dia meminta doa agar seluruh tahanan termasuk Ahok dalam kondisi baik. “Semoga (aman). Ya kita berdoa karena yang bisa menjamin siapa?” ujarnya.
Setyo mengaku belum mengetahui secara detail di mana letak Ahok ditahan. Dia menyebutkan, Rutan Mako Brimob terdiri dari 6 blok. “Tiga blok A,B, dan C sudah dikuasai teroris,” tutupnya.(tim/berbagai sumber)



