- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
PLN Kayuagung Janji Tak Ada Pemadaman Listrik selama Ramadan
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Peningkatan konsumsi ataupun penggunaan barang saat bulan Ramadan hingga Idulfitri diprediksi bukan hanya terjadi pada bahan pangan. Hal ini juga diprediksi akan terjadi pada penggunaan listrik.
Mengantisipasi hal ini, pihak PLN Rayon Kayuagung akan berupaya untuk melakukan pemeliharaan maksimal untuk keandalan listrik. Manajer PLN Rayon Kayuagung, Raden Syafrudin mengungkapkan, selama melaksanakan ibadah puasa, pihaknya akan mengusahakan kenyamanan para konsumen.
“Kami akan mengusahakan nanti pelayanan tetap normal selama 24 jam, dan pemeliharaan mulai dilakukan sejak saat ini. Jika nanti akan ada pemadaman, para pelanggan akan di informasikan sebelumnya,” katanya, Jumat (4/5).
Menurutnya, pihaknya akan berusaha untuk memaksimalkan pelayanan sehingga masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tetap lancar dan nyaman. Hal senada juga diungkapkan Direktur PDAM Tirta Agung, Banarianto.
Baik air maupun listrik menjadi salah satu hal yang cukup vital dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, meskipun saat bulan Ramadhan sudah sedikit memasuki musim kemarau pihak PDAM menyiapkan beberapa alternatif, salah satunya dengan pemasangan pipa cadangan jika terjadi penyusutan air. “Kami jamin kualitas air selama musim kemarau tetap bagus karena tidak tercampur dengan air lebak,” terangnya.
Tak hanya itu, jam operasional PDAM juga direncanakan akan ditambah hingga dua jam atau lebih. Hal ini mengingat kebutuhan air yang biasanya meningkat saat bulan puasa.
Sementara itu, Ripin, Warga Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung menungkapkan, listrik merupakan salah satu hal yang sangat dibuuhkan. Pasalnya, tidak semua orang sudah menjadi pelanggan PDAM, sehingga listrik tetap digunakan untuk memompa air sumur.
“Yang PADM juga, karena untuk memompa air di sana itu menggunakan mesin juga. Harapannya ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan sehingga masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dapat lebih nyaman,” ujarnya singkat. (yrl)



