- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Gerah dengan Kabar Hoax “Pemain Belum Digaji”, Manajemen SFC Polisikan Dua Akun Medsos
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Gambar meme yang dibuat salah satu akun instagram meme_sriwijaya dan akun twitter @MhdMediansyah diduga memberikan kabar hoax. Hal itu membuat Sekretaris SFC, Faisal Mursyid didampingi Muhammad Muslim selaku media officer Sriwijaya FC melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik ke SPKT Polda Sumsel, Kamis (19/4).
Faisal Mursyid pun memberi keterangan kepada pers mengenai kasus ini. “Kami baru saja melaporkan kepada pihak kepolisian mengenai pencemaran nama baik yang (diduga) dilakukan oleh dua akun. Salah satu dari akun twiter @MhdMediansyah dan satu lagi gambar meme dari akun instagram meme_Sriwijaya. Kami anggap bisa merusak citra pemain serta Lembaga SFC,” ungkapnya, Kamis (19/4).
Faisal sangat menyayangkan apabila publik menyoroti masalah pribadi tim kebanggaan ‘wong kito’ itu dengan informasi yang tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Kami sangat senang apabila menerima kritikan dan saran dari masyarakat. Akan tetapi, tidak menyangkut masalah pribadi pemain dan tidak merugikan nama baik SFC dan kota Palembang. Karena grup sepak bola SFC telah dikenal dengan grup yang elite,” ungkap dia.
Mursyid juga menjelaskan bahwa tujuan dari pelaporan ini tak lain untuk memberikan efek jera kepada para pelaku agar tidak menyebarkan kabar hoax yang bisa membuat citra pemain dan persatuan SFC menjadi tidak baik.
Sementara, Muhammad Muslim menambahkan, isi dari twitter tersebut menyatakan pihaknya telah bekerjasama dengan cyber crime untuk memecahkan kasus ini. “Pemain inti saja ada yang dua bulan belum digaji dan seterusnya,” ungkap Muslim membacakan isi dari dari akun twiter tersebut.
Bukan hanya itu mereka pun membacakan satu kalimat dalan meme yang di buat oleh satu akun instagram yang berisi “gajian tepat waktu”. Menurut Muslim, itu merupakan salah satu kalimat yang telah merusak citra pemain serta nama SFC dan Nama Palembang, Sumsel sendiri.(cjs01)



