- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Jadi Anggota, Dua Kali Menikah
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Bagi remaja putri yang ingin menjadi istri polisi atau tentara harus pikir dua kali. Itu karena anggota, baik Polri maupun TNI ikhwalnya menikah dua kali. Hal itu disampaikan seorang anggota Polresta Palembang yang meminta namanya tidak disebutkan.
“Kami (anggota) sebenarnya dua kali proses menikah. Pertama nikah dinas, di mana saat itulah pimpinan menjelaskan dan memastikan kesediaan istri saya apakah ikhlas menerima apabila saya harus menjalankan tugas negara. Kedua adalah proses nikah seperti menikah pada umumnya,” ungkap sumber tersebut.
Meski demikian, polisi yang bertugas di Polresta Palembang itu menjelaskan bahwa istri dan tiga anaknya tidak pernah mempermasalahkan jika dirinya meninggalkan rumah dan keluarga demi menjalankan tugas
Dirinya mengatakan jika keikhlasan yang menjadi pegangan dia dalam menjalankan tugasnya di Pospam air mancur. “Saya sadar bahwa Polisi memiliki tugas negara dan harus siap kapan saja dan di mana saja jika ditugaskan. Ini (jadi Polisi) sudah menjadi cita-cita saya sejak kecil, dan saya iklas menjalankan tugas,” ungkapnya kepada Simbur, Minggu (31/12).
Ditambahkan, jika dirinya siap menerima perintah dari pimpinan dan akan menikmati serta ikhlas. Apalagi katanya, mereka sebelumnya sudah disumpah untuk menjalankan tugas. “Saat ini saya sudah punya tiga anak dan mereka mengerti dengan tugas saya. Justru mereka sangat bangga dengan tugas yang dijalankan ayahnya untuk membantu warga. Yang jelas sumua sudah disepakati bersama,” tambahnya.
Senada, Anggota Kodim 0418, Ashadi S juga menegaskan jika dirinya dan anggota TNI yang lain siap menjalankan perintah selama masih berbaju hijau (TNI). “Sejauh ini, keluarga bisa menerima, apalagi (kami) ada kontrak dengan negara,” ungkapnya.
Terkait keluarga, dirinya menjelaskan jika sebelum nikah, istrinya sudah tahu dan paham jika seorang anggota TNI punya kewajiban untuk melaksanakan tugas negara. “Sudah konsekuensi keluarga (istri dan anak untuk menerima), dan sejauh ini mereka malah bangga bapaknya/suaminya seorang anggota TNI,” pungkasnya. (mrf)



