Palembang Tolok Ukur Kinerja Polisi di Sumsel

PALEMBANG, SUMBURNEWS –  Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan bahwa Palembang menjadi salah satu tolok ukur kinerja polisi. Untuk itu, Kapolda kembali mengingatkan jika dari seluruh kota yang ada di Sumsel, Kota Palembang memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang paling besar.

“Disadari bahwa Palembang merupakan ibu kota Sumsel yang memiliki nilai strategis dan menjadi tolok ukur pencapaian keberhasilan aparat kepolisian. OLM 2017 dan malam pergantian tahun memiliki potensi kerawanan yang cukup besar dibanding dengan kota lainnya di Sumsel, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan antisipasi yang matang dengan meminimalisir terjadinya gangguan Kamtibmas yang berdampak pada konflik sosial,” ungkap Kapolda.

Masih kata Kapolda, seperti yang  diketahui, malam nanti akan banyak masyarakat yang turun ke jalan untuk merayakan detik-detik pergantian tahun di seputar kota Palembang, baik itu di tempat hiburan, jembatan Ampera, Jakabaring Sport City, dan tempat lainnya.

“Sebagaimana diketahui Operasi Lilin Musi (OLM) 2017 bertujuan untuk memelihara Kamtibmas di Sumsel dengan mengedepankan upaya preventif kepolisian yang didukung dengan kegiatan deteksi intelijen guna menjamin terselenggaranya kegiatan masyarakat terkait perayaan Natal 2017 dan perayaan tahun baru 2018,” ujarnya.

Selain itu, Kapolda mengimbau agar seluruh anggota yang terlibat turut serta menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban dan kelancaran lalu lintas, berbagai kegiatan masyarakat yang keseluruhannya menjadi tanggung jawab bersama dengan seluruh stakeholder yang ada khususnya di kota Palembang.

“Sejak dilaksanakan OLM 2017 dengan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi bahwa selama OLM berlangsung di seluruh Polres di Sumsel, bisa dikatakan suasana relatif kondusif. Berbagai sasaran operasi dengan pola pengamanan dan cara bertindak yang dilakukan sudah tepat sasaran,” lanjutnya.

Hal itu kata Kapolda, ditandai dengan tidak adanya gangguan keamanan yang menonjol, dan angka kecelakaan lalu lintas yang relatif menurun. Kondisi tersebut diharapkan bisa menjadi motifasi bagi seluruh anggota untuk terus waspada dan selalu meningkatkan kegiatan kepolisian baik preentif, preventif dan penegakan hukum yang diperlukan pada penanganan keamanan pada perayaan malam tahun baru 2018.

Disamping itu, ada beberapa hal disampaikan Kapolda yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh aparat yang bertugas. Pertama, senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang maha esa. Kedua, mentaati dan bertanggung jawab atas apa yang menjadi perintah dan arahan pimpinan atau Kasatgas masing-masing.

Ketiga, kepada petugas di lapangan agar mengedepankan sikap yang humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Keempat, petugas di lapangan menggunakan pola poli system atau paling sedikit dua personil di setiap lokasi (titik) pengamanan.

“Terakhir, tingkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap markas komando dan jangan lengah dengan situasi kondusif saat ini, keenam, jalin komunikasi dan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat dan instansi terkait dan jangan ada sikap ego sektoral dalam melaksanakan tugas pengamanan,” tutupnya. (mrf)