Jelang Tahun Baru, Kondom Laris Manis di Palembang

# Selektif Terima Tamu

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Jelang malam Tahun Baru permintaan alat kontrasepsi, kondom meningkat meningkat drastis. Hal ini diketahui dari sebuah apotek di bilangan kawasan 13 Ilir, Palembang. Menurut Rizki, pegawai apotek, meskipun permintaan atas barang ini cenderung meningkat dirinya tidak dapat menyebut  angka kondom yang terjual. “Meningkat, biasanya jelang Tahun Baru memang agak meningkat dari biasa walaupun tidak terlalu signifikan,” ungkapnya kepada Simbur, Sabtu (30/12).

Akan halnya, karyawan minimarket waralaba di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Yoga mengatakan, penjualan kondom di sana juga  terlihat peningkatan secara signifikan. “Memang biasanya sepi yang beli. Kemarin mulai ada,” ungkapnya seraya menambahkan, untuk pembeli kondom sendiri biasanya memang orang yang sudah terlihat dewasa.

Pengamat sosial, Saudi Berlian belum bisa mengambil kesimpulan untuk menentukan dampak sosialnya terkait usia dari pembeli kondom. “Berbicara tentang fenomena, lihat data dulu. Kalau pembelinya orang muda (di bawah umur) baru bisa dikaitkan dengan aspek sosial. Memang ada kemungkinan terkait fenomena tahun baru. Tetapi ketika bicara tingkat naiknya penjualan, mau tidak mau harus melihat data,” ujarnya kepada Simbur, Sabtu (30/12).

Fenomena meningkatnya permintaan kondom jelang malam pergantian tahun, bukan lagi menjadi rahasia umum dan hampir semua orang mengetahuinya. Yang perlu dikhawatirkan dari peningkatan tersebut, akan banyak muda-mudi yang menjadikan hotel, penginapan maupun kos-kosan menjadi tempat untuk melakukan aktivitas asusila atau prostitusi.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengimbau agar hotel atau penginapan dan indekos lebih selektif menerima tamu. Kapolres mengatakan jika pihaknya telah melakukan koordinasi dalam bentuk pertemuan dengan seluruh stakeholder dan juga pemilik hotel.

“Kami sudah rapat bersama para stakeholder dan juga pemilik hotel. Kami menghimbau agar pemilik hotel juga harus bersama dengan selektif (menerima tamu) untuk mengantisipasi jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang negatif,” ungkapnya, dikonfirmasi Simbur, Sabtu (30/12).

Selain itu, informasi dari masyarakat akan tetap ditampung dan dalami lalu akan ditindaklanjuti. “Anggota Pospam itu fokus utamanya memantau kegiatan masyarakat. Terkait adanya lokasi-lokasi seperti hotel yang terindikasi misalnya akan dijadikan tempat kegiatan prostitusi, kami ada tim tersendiri dan akan kami lakukan penyelidikan terlebih dulu sebelum melakukan upaya paksa,” ujarnya.

Senada, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Palembang, Alex Ferdinandus saat dikonfirmasi Simbur, menegaskan jika Pol PP tetap akan mejalankan tugasnya dalam hal penindakan. “Baru-baru ini juga ada laporan dari masyarakat yang masuk ke command center, kami langsung proaktif. Dari laporan tersebut, ada kos-kosan yang kami datangi untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat maupun ketua RT di wilayah masing-masing,” ungkapnya sembari memastikan jika Pol PP Kota Palembang bersama Polresta Palembang maupun Kodim (tim gabungan) akan melakukan penindakan secara bersama-sama di malam tahun baru ini.

Terkait dugaan penginapan atau kos-kosan yang dijadikan tempat melakukan praktik asusila, Alex menegaskan jika pihaknya secara rutin akan melakukan (penindakan) dan akan menjadi perhatian Pol PP kota Palembang. “Informasi dari masyarakat terkait tempat-tempat penginapan itu penting dan penindakan semacam razia memang sudah menjadi tugas kami bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya. Kami akan koordinasikan dengan pihak Polresta,” ujarnya. (yrl/mrf)