Harus Lebih dari Daerah Lain

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, H Harobin Mustopa menginginkan agar Palembang menjadi lebih baik dari daerah lainnya. Hal ini diungkapkannya dalam launching dan sosialisasi sistem informasi pegawai daerah (SIPD) dan elektronik sistem akuntabilitas kerja instansi pemerintah (e-SAKIP) di Hotel Swarna Dwipa, Jumat (8/12).

Apalagi, menurut Harobin, Palembang menjadi yang pertama menggunakan sistem aplikasi seperti ini di Sumatera Selatan (Sumsel). “Penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan data saat ini mutlak diupayakan semenjak ketersediaan  pengelolaan informasi data yang aktual dan akurat dalam pengambilan keputusan, yang nantinya akan membantu dalam memproses data,” ungkapnya.

Diakuinya, data kepegawaian yang valid akan menjadi sumber utama dan penentu sukses program yang dijalankan. Serta, lanjutnya, data yang tepat juga mampu menyederhanakan birokrasi dan menciptakan administrasi kepegawaian yang terstruktur. “Melalui teknologi, dapat mempercepat pelayanan administrasi dalam kepegawaian untuk terwujudnya Palembang smart city. Sekarang, saudara punya kreasi inovasi dan saya menginginkan ini dapat dimanfaatkan dan diterapkan,” jelasnya.

Namun, dirinya cukup menyayangkan karena baru sekitar 13 OPD yang sanggup untuk menerapkan ini. “Saya sangat mengharapkan kepada SKPD agar dapat mendukung ini. Saya minta lengkapi apa yg sudah disepakati pada rapat yang telah dilakukan sejak dulu, kalau tidak dilakukan ini hanya akan menjadi hisapan jempo,” tegasnya.

Dirinya mengatakan paling tidak paling tidak 20 OPD dapat memenuhi itu. “Apa artinya ini di-launching kalau tidak kita penuhi. Malu kita, Kota Bandung sudah sanggup memberikan kepada kita ilmu tentang ini,” tambahnya.

Ditambahkan kepala BKPSDM Kota Palembang, Ratu Dewa bahwa, penerapan sistem aplikasi seperti ini sangat penting karena akan lebih mempermudah pegawai dalam mengurus administrasi. “Ini lebih efektif dan efisien, selama ini manual tapi sekarang bisa lewat komputer ataupun hp. Dalam penerapan ini semuanya dalam sistem online, jadi tidak perlu lagi pegawai untuk berurusan dengan administrasi yang berbelit dan birokrasi yang berliku, cukup di hadapan komputer ataupun hp juga bisa,” jelasnya.

Dirinya juga mengklaim bahwa data yang dihasilkan dalam e-SAKIP ini sangat valid. “Jadi data sekitar 12.500 lebih pegawai di kota Palembang ini ada. Ini digelar hot selama lebih kurang tiga bulan dan sudah berjalan dua Minggu,” katanya.

Dewa menjelaskan, ada sembilan jenis e aplikasi dalam aplikasi berbasis website ini, diantaranya e kinerja, e SKP, e dokumen, e absensi, e disiplin, e pangkat, e cuti dan beberapa pelayanan lainnya yang bisa diakses secara online.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Prof Diah Natalisa mengatakan, dengan adanya sistem yang menggunakan teknologi informasi seperti e-SAKIP dan e-SIPD ini dapat memberikan trobosan serta mengurangi human eror mengenai data-data kepegawaian. Menurutnya, kalau sudah jelas, list, dan apa saja yang dibutuhkan, serta keaktifan AKAN dapat dilihat.

“Jadi ada updating dari kepegawaian sehingga pimpinan juga bisa mendapatkan informasi yang akurat dan kinerja dapat diukur secara jelas,” jelasnya. (yrl)