Bayi Kembar Empat Lahir, Satu Laki-laki dan Tiga Perempuan

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Raut bahagia tampak pada wajah Heki Triawan (32), suami dari Nora Sepriani (33) yang melahirkan bayi kembar empat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin, Palembang, Selasa (5/12). Dirinya merasa sangat bahagia, pasalnya istri dan keempat anak kembarnya, satu laki-laki dan tiga perempuan yang baru lahir tersebut dalam kondisi yang stabil.

Menurutnya, dirinya tak pernah menyangka akan mendapatkan bayi kembar bahkan kembar empat. “Kalau tanda-tanda nggak ada ya, ngak ada perasaan seperti itu. Istri waktu hamil ngidamnya juga biasa, yang asem-asem, nggak ada yang aneh-aneh,” kata warga Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang ini, Rabu (6/12).

Heki mengungkapkan, sebelum sang istri hamil, mereka mengikuti program inseminasi atau teknik dalam dunia medis untuk mempercepat reproduksi di klinik Imaya Kampus. “Jadi ikut program inseminasi itu karena usia dengan anak pertama, Alfaro Harid Handraeki lumayan jauh, tiga tahun. Dan ternayata setelah dicek perlu tindakan inseminasi agar lebih efektif. Faktor umur juga, mau ngejer agar tidak terlalu jauh dengan kakak yang pertama jadi ya itu ikut program ini,” jelasnya.

Sang istri, Nora, kondisinya juga sudah mulai membaik pasca melahirkan anak kembar empat tersebut saat ditemui di gedung C, ruang Enim, Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Mengenai nama, pasangan yang sudah menikah sejak tujuh tahun ini mengungkapkan saat ini masih mempersiapkan nama untuk keempat anaknya tersebut. “Masih didiskusikan kepastian nama ini bersama keluarga, karena nama adalah doa,” ujar Heki.

Nora melahirkan dengan proses caesar di ruang IBS RSUP MH Palembang saat usia kehamilan berusia 33 minggu atau belum genap sembilan bulan. Bayi pertama berjenis kelamin laki-laki seberat 1.500 gram lahir pada pukul 13.40 WIB, bayi kedua berjenis kelamin perempuan seberat 1.400 gram lahir pada pukul 13.42 WIB, bayi ketiga berjenis kelamin perempuan seberat 1.420 gram lahir pada pukul 13.43 WIB, dan bayi keempat, yang juga berjenis kelamin perempuan dengan berat 1250 gram lahir pada pukul 13.44 WIB.

Dokter spesialis kandungan yang juga membantu persalinan Nora, dr Aerul Chakra mengatakan, kondisi ibu dan keempat bayi dalam keadaan baik. Namun, lanjutnya, karena memang masalah berat badan bayi, maka keempat bayi tersebut membutuhkan perawatan di ruang Neonatal ICU (NICU).

“Proses persalinan dilakukan pada usia kehamilan 33 minggu atau 8,1 bulan. Dengan kata lain, keempat bayi kembar terlahir secara prematur. Meski demikian, sejauh ini tidak ada kendala baik selama kehamilan maupun proses persalinan,” ungkapnya.

Ensiminasi ini sendiri, lanjut dr Chakra, tidak ada hubungannya dengan kelahiran prematur. “Tapi kalau untuk kembar tiga, kembar empat ini masih berhubungan dengan prematur, dan bukan dengan ensiminasinya. Kalau tidak kembar empat bisa saja lahir normal. Jadi ensiminasi ini adalah reproduksi berbantu untuk mempercepat kehamilan,” jelasnya seraya menambahkan tingkat keberhasilan program ini antara 15 hingga 20 persen.

Dokter lainnya yang juga membantu proses persalinan Nora, Indrayady menjelaskan, pihak rumah sakit siap merawat keempat bayi kembar yang baru lahir ini karena memiliki berat badan bayi lahir rendah. Dirinya juga menjelaskan kelahiran anak kembar empat ini tidak akan terlalu mempengaruhi kondisi si ibu ketika hamil lagi nanti.

“Jaga jarak kehamilan atau jangan terlalu cepat hamil. Ini bertujuan menjaga kondisi pascaoperasi dan ketersediaan Air Susu Ibu (ASI). Untuk kelahiran bayi kembar empat sendiri ini baru pertama kali yang kita tangani di RSMH,” jelasnya.

Dan terkait penanganan bayi sendiri menurutnya, proses lahiran dan perawatan bayi masih bisa ditanggung BPJS. “Dalam aturannya dua anak yang akan ditanggung, tp kalau lebih nanti dibicarakan dengan keluarga. Yang jelas kami di sini tidak melihat uangnya dulu, yg penting memberikan pelayanannya kami tidak mempersulit,” jelasnya.(yrl)