- Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
- AJI Palembang Gelar Diskusi Keselamatan Jurnalis dan Sengketa Pers
- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
Mencekam, Dua Kelompok Warga Saling Serang
# Penyerang Lapor Jadi Korban
# Pemilik Indekos Justru “Diamankan”
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Dua kelompok warga di Kelurahan 9 Ilir saling serang. Peristiwa mencekam itu kembali terjadi di Lr Kebangkan, Rabu (6/12) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolsek Ilir Timur (IT) II, Kompol Hadi Wijaya ST membenarkan bentrok dua kelompok warga tersebut. “Kemarin (Rabu, 6/12) sore memang ada. Kejadian di 9 Ilir pukul 4 sore. Tersangka sudah dapat, tiga orang. Nanti saja (disebutkan) karena masih dalam pengembangan,” ungkapnya dikonfirmasi Simbur, Kamis (7/12) pagi.
Dijelaskan Kapolsek, pihaknya akan segera menuntaskan kasus tersebut. “Ini hari kedua, mungkin Jumat baru lengkap berkasnya. Sabtu atau Senin sore baru rilisnya,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun di lokasi, bentrok warga terjadi dua kali. Pertama kali di indekos Lr Kebangkan yang diserang. Kedua, di bentrok berlanjut dekat jalan setapak tembus dam (biasa disebut Lr Tanjung).
Keterangan awal yang diperoleh, sekelompok warga jalan tembus dam bersenjata tajam yang digawangi Dewi Santika mendatangi dan menyerang pertama kali sebuah indekos di Lr Kebangkan. Merasa terancam, para penunggu indekos pun melakukan perlawanan menghadapi kelompok penyerang. Karena kewalahan, kelompok penyerang pun kocar-kacir hingga para penghuni indekos melakukan pengejaran dan mengarah kepada Dewi Sartika yang dilaporkan keluarganya sebagai korban.
Saksi warga jalan tembus dam (Lr Tanjung) yang masuk wilayah RT 04 Kelurahan 9 Ilir, Alam R Huda hanya memberikan keterangan di lokasi terakhir di kampungnya, bukan lokasi pertama di indekos yang diserang warganya. “Kito dak melalui laporan warga. Kito nyaksike kejadian akhir, istilahnyo babak keduo (di jalan tembus dam). Yang pertamo di kosan (Lr Kebangkan),” ungkap Alam, dikonfirmasi usai memberikan kesaksian di Mapolsek IT II, Kamis (7/12) dini hari.
Dijelaskannya, pemilik warung model itu hanya melihat Dewi yang dilaporkan keluarganya sebagai korban. “Rombongan yang ribut (penghuni ruko yang diserang) ini masuk (jalan tembus dam). Ado yg empat itu ngejer Dewi jarak 6 meter. Setelah dikejar jarak 1 meter Dewi campak dewek. Tidak terjadi penganiayaan. Pelaku (pengejar) wong empat,” akunya.
Alam menambahkan, hanya sepintas melihat Dewi dikejar. “Posisi korban dak tejingok. Waktu dio tebangun ado yang ngongkon (menyuruh) nyebur ke sungi. Setelah dio naek dan ado yang ngangkat bajunyo bolong-bolong. Dewi tegak terus pegi dewek, ujinyo ke rumah sakit,” ungkapnya seraya mengatakan, pelakunyo wong empat memang di kos lantai atas. “Waktu dijemput polisi wong empat ado galo di kos,” ujarnya.
Beberapa warga penunggu kos Lr Kebangkan diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Termasuk pemilik indekos, Hendra diperiksa selama beberapa jam. Desmon Simanjuntak SH, kuasa hukum Hendra pemilik indekos, menyayangkan pemeriksaan kliennya dengan alasan ‘diamankan’ dari serangan.
“Kami keberatan jika klien kami pemilik kos ‘diamankan’ yang arahnya bisa langsung penahanan. Seharusnya ada jeda waktu pemanggilan resmi. Kami hargai kinerja polisi, tapi kami akan meminta perlindungan hukum ke Polda Sumsel,” ungkap Desmon, Kamis (7/12) dini hari.
Menurut pengacara yang bernaung di bawah Posbakumdin Pengadilan Negeri Palembang ini, kliennya justru yang sebenarnya menjadi korban penyerangan. “Istri klien kami sudah membuat laporan di Polda Sumsel terkait penyerangan sebelumnya dengan dugaan 170 pengrusakan terhadap orang yang dilakukan terhadap klien kami,” ungkapnya.
Terkait olah TKP yang dikabarkan digelar semalam, Desmon mengatakan itu hak penyidik kepolisian. “Kami sudah menyarankan agar olah TKP dilakukan siang hari biar terang benderang. Kalau malam hari terkesan dipaksakan,” imbuhnya.
Menurut keterangan Mn (yang minta namanya diinisialkan), warga Lr Kebangkan, di sekitar TKP, kelompok Dewi Sartika yang pertama kali menyerang kos milik Hendra. “Orang-orang yang diserang bela diri. Sudah dua kali warga diserang. Sebelumnya sudah dilaporkan ke Polda. Kali ini mereka menyerang, tapi malah melapor sebagai korban. Kabarnya, mereka lapor ke polsek dulu, baru melakukan penyerangan. Saat bentrok, polisi datang,” ungkapnya.
Hasil penelusuran dari sumber lain yang terpercaya, Dewi Sartika diduga masih keluarga Andi alias Aan Vietnam dan istrinya Tina Firdaus alias Zuber, DPO bandar narkoba. Andi diduga masih “diinapkan” di Polda Sumsel sedangkan istrinya sudah dipulangkan. “Saat sidang kasus sebelumnya, Senin (4/11) di PN Palembang Aan dihadirkan. Istrinya sudah pulang ke rumah. Aan diduga masih menyimpan dendam karena pada 2013,” ungkapnya.
Diketahui, Andi alias Aan Vietnam diciduk Jatanras Polda Sumsel usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Kamis (26/10) lalu. Andi diduga terkait kasus pengrusakan dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTLB / 626 / XI / 2013 / SPKT. Sektor Ilir Timur II, Tertanggal 16 November 2013. Selain itu, Aan menjadi salah seorang tersangka penyerangan di rumah Hendra medio Oktober lalu. (tim)



