Humas Pemerintah Tidak Berada di Zona Nyaman

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Pembukaan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017 berlangsung hari ini, Rabu (22/11) di Hotel Novotel Palembang. Momen itu menjadi kesempatan yang sangat baik bagi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB), H Asman Abnur SE Msi untuk memberi semangat kepada insan humasseluruh Indonesia dalam mengubah pola kerja dan paradigma selama ini.

Menurutnya, ke depan, tantangan akan sangat besar, maka jangan mau kalah dengan hoax. Kalau disambungkan seluruh humas di Indonesia dan menyebarkan apa yang sudah dicapai pemerintah, pesan tersebut pasti akan sampai kepada masyarakat. Ungkapan tersebut bukan tanpa dasar, karena berdasarkan riset geliat sosial, Indonesia saat ini merupakan negara dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Tahun 2016, jumlah pengguna di Indonesia mencapai 88,1 juta. Kemudian, 2017 mengalami kenaikan sebesar 51 persen menjadi 132,7 juta dari jumlah penduduk 262 juta jiwa. Artinya lebih dari setengah masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan internet dan teknologi. Penetrasi internet dan peningkatan pengguna media sosial (medsos) yang begitu pesat mengantar negara ini ke gelombang ketiga perubahan yaitu era Internet Opting atau suatu era dimana konektivitas internet tersambung terus-menerus dan menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

Di era tersebut, banyak hal yang tidak kelihatan tetapi dampaknya sangat terasa seperti munculnya berbagai informasi bohong (hoax), dimana hoax akan bisa tersebar dan diakses oleh masyarakat hanya dalam hitungan jam bahkan detik. Hal itulah disebut gelombang destruction dimana gamguan datang tidak kelihatan tetapi dampaknya sangat luar biasa.

“Humas pemerintah tidak bisa lagi berada di zona nyaman, tetapi harus segera bertransformasi ke zona kompetitif. Humas pemerintah tidak bisa lagi terpaku, baku dan kaku dalam budaya manual, tetapi harus segera bertransformasi ke budaya digital. Humas pemerintah tidak bisa lagi mengelola komunikasi publik dengan cara-cara biasa, tetapi harus semakin kreatif dan inovatif. Humas pemerintah tidak bisa lagi berpuas diri dengan kinerja saat ini, tetapi harus terus memacu diri untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi seiring dengan tuntutan dan perkembangan zaman,” pesannya didepan ribuan insan humas yang hadir.

Baginya, inovasi, kreativitas menjadi kata kunci. Tidak boleh lagi menunggu instruksi atasan yang menjadi budaya birokrasi. Harus inovatif dan kreatif, aparatur sipil negara (ASN) harus mengedepankan profesionalisme dan meningkatkan kemampuan. Tidak boleh menunggu dan menunggu instruksi baru jalan. Kalau masih seperti itu, nanti akan ketinggalan.

“Saya menyambut baik acara ini sehingga informasi baik dari pusat, provinsi, kabupaten, kota, nanti akan tersosialisasi dengan sistematis kepada masyarakat. Saatnya humas pemerintah melakukan transformasi digital dalam pendekatan maupun pengelolaan informasi dan komunikasi publik. Pendekatan one way traffic yang saat ini seringkali dilakukan, saatnya diubah dengan pola pendekatan two way traffic berbasis elektonik agar mampu memenuhi commen interest yaitu mempertautkan dan mempertemukan kepentingan pemerintah dan masyarakat secara cepat,” ujarnya.

Masih kata Menteri, demikian juga dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik, humas pemerintah harus melakukan transformasi dari pengelolaan konvensional ke multidimensional melalui prinsip yang terkenal dengan dengan multimedia, multichannel dan multiplatform.

“Seperti arahan Presiden, humas pemerintah diharapkan mampu mengomunikasikan dan mendesiminasikan berbagai keberhasilan dan capaian pemerintah secara efektif. Humas pemerintah harus mampu tampil di depan dalam melakukan agenda setting dan frame informasi di tengah derasnya informasi digital diberbagai bidang kehidupan. Insan humas harus terus-menerus mengupayakan langkah terobosan dalam tugasnya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan kegiatan SAIK 2017, semua program-program pemerintah bisa tersosialisasi dengan baik, terkoordinasi mulai dari humas pusat sampai humas daerah. Mudah-mudahan dengan cara kerja yang lebih baik, maka negara ini akan lebih baik lagi. (mrf)