- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Isu Radikal Marak di Media Sosial
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Usia muda merupakan usia yang sangat mudah dan rentan disusupi paham radikal. Hal ini diungkapkan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono melalui Kompol Mario Ifandri pada sosialisasi anti terorisme dan radikalisme, Selasa (17/10).
Menurut Kompol Ifan, paham radikal mudah masuk kepada masyarakat utamanya anak muda lantaran saat ini arus informasi sangat cepat. Hanya dengan satu handphone yang rata-rata sudah dimiliki oleh setiap kalangan masyarakat berbagai informasi dari berbagai belahan dunia bisa diakses.
“Sebut saja media sosial, di sana banyak terdapat orang-orang yang dengan sengaja menyebar pesan-pesan radikal dan isu-isu hoax yang dapat mengundang perpecahan,” jelasnya.
Dirinya menegaskan kepada para peserta sosialisasi yang dihadiri siswa, mahasiswa dan perwakilan ormas agar tidak mudah terpengaruh akan hal ini. “Diharapkan, dengan dilakukan kegiatan ini untuk mencegah masuknya paham radikal ini. Jangan gampang juga menyebut kata radikal ataupun teroris karena ada beberapa kriterianya,” tegasnya.
Kelompok radikal ini, tambah dia, biasanya punya keyakinan tinggi untuk menggantikan tatanan sistem yg berlaku. “Radikalisme tidak hanya melakukan bom tapi juga melakukan teror yang menakut-nakuti yang membuat resah masyarakat,” tambahnya.
Salah satu hal yang rentan di Indonesia, lanjut Ifan, adalah terkait isu-isu keagamaan. Hal ini menurut dia, jika isunya tidak diolah dengan baik bisa memicu konflik yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
“Oleh karena itu, jika nanti di kemudian hari kita menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait apa yang kita bicarakan ini bisa menginformasikan kepada kami pihak kepolisian,” pungkasnya. (yrl)



