- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Presiden: Jangan Sampai Sertifikat Tanah Disita Bank
DENPASAR – Presiden Jokowi mengingatkan warga agar memanfaatkan sertifikat tanah secara hati-hati. Terutama jika sertifikat tersebut digunakan sebagai agunan pinjaman di bank. “Kalkukasi dulu bunga dan pokoknya, bisa nyicil gak? Kalau enggak bisa jangan dipaksakan, hati-hati jangan sampai sertifikatnya disita bank,” pesan Presiden Jokowi, di lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Jumat (4/8) siang.
Pemerintah menargetkan percepatan pembuatan sertifikat. “Di Indonesia ada 126 juta bidang tanah yang harus disertifikat. Saat ini yang diberikan baru 46 juta,” kata Presiden.
Dengan adanya sertifikat, diyakini Presiden, akan menghindari adanya sengketa tanah. Saat ini ada ribuan sengketa yang harus diselesaikan. Karena itu, Presiden berpesan kepada yang sudah menerima sertifikat tanah untuk merawat dan menjaga sertifikat itu. “Saya titip yang pertama, sertifikat ini tolong dicarikan plastik agar tak rusak, kedua difotokopi agar kalau hilang mudah diurus lagi di BPN,” ucap Presiden.
Menurut Presiden, pemerintah menargetkan tahun 2017 bisa menyerahkan lima juta sertifikat tanah. Tahun depan tujuh juta, tahun depannya lagi sembilan juta sudah dibagikan.
“Saya yakin Pak Sofyan ini bekerja siang malam untuk segera memberikan sertifikat kepada masyarakat,” kata Presiden Jokowi menunjuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil yang hadir di acara tersebut.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. (setkab)



