- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Belum Dibangun, Sekolah Baru Diduga Jadi Lahan Pungli
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Telat mendaftarkan anaknya ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 59 Palembang, warga Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang banyak yang mengerutkan kening dan mengelus dada. Pasalnya, anak-anak mereka terancam tidak diterima di sekolah yang baru akan beroperasi tahun ini.
“Kalau mau maksa diterima (titipan), harus menyiapkan uang Rp2juta dan biaya infak pembangunan. Informasinya untuk sungkem ke Dinas Pendidikan (kota),” ungkap Santo, warga Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Selasa (27/6), setelah menerima pengaduan warga lainnya.
Dirinya mengatakan, belum dibangun saja, sekolah ini telah berani melakukan dugaan pungutan liar, padahal semua biaya pembangunan dikeluarkan dari negara. “Kalau mau sumbangan, coba musyawarahkan dengan wali siswa. Bukan sekolah yang mengeluarkan edaran,” sarannya.
Informasi yang dihimpun, dugaan pungutan liar yang disebar dengan berbagai cara. Di antaranya melalui surat edaran di sekolah kepada wali calon siswa baru itu disebut-sebut dengan istilah IDKP (Infaq Dukungan Kegiatan Pendidikan). Ada tiga klasifikasi bantuan yang katanya bersifat sukarela. Kategori pertama untuk penerima subsidi dimintai infak kurang dari Rp1juta. Kedua, kategori standar antara Rp1juta-Rp1,5 juta. “Terakhir, kategori penyubsidi lebih dari Rp1,5 juta,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMPN 59 Palembang, Limansa Rajaguguk SPd MSi dan Kepala Disdikpora Kota Palembang Ahmad Zulinto belum berhasil dikonfirmasi. Sementara, Kabid SMP Disdikpora Kota Palembang, Herman Wijaya juga belum bersedia memberikan komentar. “Saya masih di luar. Lusa (Kamis) saja ya,” ungkapnya melalui pesan singkat.
Diketahui, SMPN 59 Palembang beralamat di Jalan Lebak Sari 1 RT 12 RW 6 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami. Pembangunan SMPN baru tersebut menelan dana sekitar Rp6 miliar. Adapun rician dana pembangunan tersebut didapat Rp2 M dari APBN dan Rp4 M dari APBD.
Untuk sementara, lokasi penerimaan siswa baru dan kegiatan belajar-mengajar tahun ajaran ini, sekolah itu menumpang di SDN 134 yang terletak di Jl Pesantren SMB II, Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang.
SMPN 59 Palembang sendiri, lahan di sini seluas 9.900 meter persegi ini merupakan hibah dari Pemerintahan Kota Palembang yang akan dibangunkan enam lokal untuk SMPN 59 Palembang. Tahap pertama diambil tiga kelas dengan daya tampug 120 siswa. “Kabarnya sekolah ini menerima 160 siswa. Selisih 40 siswa (titipan) dari ketetapan awalnya (120 siswa),” tandasnya.(tim)



