- Rindam II/Sriwijaya Gembleng 365 Calon Prajurit Siswa di Lahat
- Satu Korban Tewas akibat Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah
- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
Luka Jalan Makin Mekar
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Debu bercampur pasir seliweran mengganggu pandangan mata pengendara. Saat hujan turun, jalan berlubang dan bergelumbang tak kuasa menampung air. Sekitar 1.513 km panjang seluruh di Sumsel. Hanya 20 persen yang mengalami kerusakan dari jumlah tersebut. Persentase jalan rusak hanya 1 hingga 2 persen dari jumlah tersebut. Prioritas jalan yang akan diperbaiki yaitu lintas timur dan tengah serta jalan penghubung lainnya.
“Jalan di Provinsi Sumsel ini tetap menjadi perhatian. Hal tersebut merupakan kewajiban kami. Apa lagi dalam menyambut Asian Games nanti harus selalu diperhatikan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), Ucok Hidayat.
Dikonfirmasi, Ucok mengaku, di setiap daerah atau kabupaten/kota itu sudah ada Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) untuk mengatasi kerusakan jalan. “Mereka selalu siap untuk pekerjaan-pekerjaan rutin yang menangani kerusakan kecil seperti jalan yang berlubang. Semuanya kami sudah persiapkan,” terangnya.
Dijelaskannya pula, anggaran untuk mengantisipasi jalan rusak dan berlubang sudah disiapkan semua. “Kami memiliki sebanyak 7 UPTD di Provinsi Sumsel. Setiap UPTD kami anggarkan sekitar Rp 3 miliar di tahun anggaran 2017 ini,” papar Ucok.
Mengenai jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang, UPTD di Palembang sedang menangani dan sampai saat ini alat-alat berat masih dilokasi.Tindak hanya masalah jalan. Kepala dinas PU Bina Marga pun menyampaikan progres pembangunan jembatan Musi 6 yang sudah 70 persen. Anggaran dalam perbaikan jalan dan pembangunan jembatan ini sudah dipersiapkan. Kepala PU terus menggencar semua perbaikan jalan dan pembanguan jembatan yang ditargetkan akan selesai awal 2018.
Pembangunan Jalan Noerdin Pandji misalnya. Sebagai jalur alternatif akses Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ke pusat kota Palembang pembangunan jalan tersebut boleh dibilang asal jadi. Terbukti telah terjadi kerusakan (luka) jalan yang semakin parah sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas di simpang empat bandara.
Karena curah hujan tinggi dan kontur tanah bergelombang yang dilewati kendaraan bertonase besar, akhirnya Jl Noerdin Pandji mengalami puncak kerusakan pada Selasa (21/3). Akibatnya, lalu lintas dari simpang bandara SMB II yang sebelumnya mengalami kemacetan dampak pengerjaan megaproyek light rail transit (LRT) semakin mengular, terlebih setelah ditambah kerusakanan Jl Noerdin Pandji. Tidak hanya itu, setiap kendaraan yang melintas harus terjebak ke dalam lubang jalan sedalam 51 cm dan membuat antrean melewati jalan itu semakin panjang.
Menurut Ucok, saat teradi kemacetan di lokasi tersebut sekitar setengah jam, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan menanganinya, sehingga tidak berapa lama kemacetan sudah bisa diatasi dan jalan tersebut sudah lancar kembali. “Kami selaku pihak yang memang diberi tugas di sektor ini, tentu akan memberikan respon cepat dengan mengerahkan tim,” tegasnya.
Senada Kepala Bidang Jalan, Dinas PUBM Sumsel, Muchtar mengatakan, pihaknya telah memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Dikatakannya, Dinas PUBM akan memperbaiki kembali jalan yang diberi nama sama dengan nama orang tua Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tersebut. “Anggaran perbaikan jalan (Noerdin Pandji) akan kami masukkan pada ABT (anggaran belanja tunai) tahun 2017,” terangnya.
Berbeda dengan apa yang dikemukakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kota Palembang, Ir Syaiful. Menurut dia, pihaknya tetap bertugas menangani masalah-masalah terkait genangan di jalan dan jalan berlubang serta hal-hal yang menjadi penyebab dari genangan dan kerusakan jalan. “Setelah itu baru bisa dilakukan penanganan. Perbaikan rutin juga tetap kami jalankan, bahkan jalanan yang berbatasan dengan kabupaten Banyuasin kami tangani. Hal terseu karena menyangkut tentang keselamatan pengguna jalan dan pengendara khususnya roda dua yang memanfaatkan akses jalan tersebut,” terang Ir Syaiful.
Penanganannya sendiri, menurut dia, minimal menimbun lubang dengan batu atau tanah agar tidak berbahaya dan mengganggu aktivitas pengguna jalan. Terkait genangan air yang ada di jalan, sudah terbukti cepat surut. “Hanya saja kami berharap agar masyarakat sabar menunggu sampai genangannya surut. Tidak mungkin semuanya bisa diatasi secepat kilat karena genangan air itu perlu penanganan khusus,” tegasnya seraya menambahkan, mengenai anggaran, semuanya ada sama pihak provinsi. (tim)
(Baca selengkapnya di surat kabar Simbur Sumatera edisi April 2017)



