- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Mapala Palcomtech Unjuk Rasa Minta Sekretariat
PALEMBANG – Puluhan demonstran yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Pajarpala STMIK Palcomtech Palembang menggelar aksi demo, Mereka menuntut ketersediaan fasilitas berupa relokasi sekretariat mereka yang digusur demi kepentingan pembangunan gedung baru di depan gedung utama kampus STMIK Palcomtech, Senin (20/03).
Hal tersebut ditempuh sebab sampai saat ini, mediasi dengan pihak kampus selalu menemui jalan buntu. Mahasiswa menganggap keberadaan sekret sangat penting sebagai ruang mahasiswa berorganisasi, berdiskusi demi mengembangkan minat dan bakat, sedangkan pihak kampus sedang melakukan pembangunan gedung baru sebagai sarana dan prasarana dalam menunjang aktivitas kampus.
Koordinator aksi, Daniel Kukuh Pribadi menuturkan, selain relokasi sekret ada tuntutan lain yang dilayangkan mahasiswa Pajarpala, yaitu mengenai pembuatan tangga darurat yang juga digusur akibat pembangunan gedung baru. “Dikhawatirkan jika nanti terjadi bencana dan kondisi kampus tidak ada tangga darurat, maka mahasiswa tidak bisa menyelamatkan diri dengan cepat, ini menyangkut nyawa kita yang terancam,” tegasnya.
Lanjutnya, mahasiswa meminta kejelasan bahwa pihak kampus bisa memberikan solusi bukan hanya janji-janji. “Kami ingin secepatnya tangga darurat di bangun kembali. Begitupun sekret kami, secepatnya untuk direlokasi agar kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pajarpala kembali normal,” lanjutnya.
Ditanya soal negosiasi antara demonstran dan pihak kampus, Daniel mengakui, sebelumnya sudah terjadi negosiasi antara perwakilan mahasiswa Pajarpala bersama pihak Direktur. “Ya, kami sudah melakukan dua kali pertemuan dalam kurun waktu dua minggu. Tapi tetap saja tidak menemukan titik terang,” jelasnya.
Dia menegaskan, demo dipilih untuk menyuarakan aspirasi mereka yang belum menemukan jawaban menuntut keadilan dan kejelasan. Bahkan jika tuntutan dalam aksi tersebut tidak dipenuhi, mereka kembali akan melakukan demo dalam beberapa minggu ke depan.
“Kami tidak ingin bungkam. Jika kampus tidak mau mendengar aspirasi mahasiswa, jangan sampai mengancam kami dengan DO atau nilai d. Kami hanya ingin mengeluarkan suara kami pak, buk,” pekik demonstran mewarnai orasi.
Sementara, Direktur STMIK Palcomtech Palembang, Benedictus Effendi mengklarifikasi kepada awak media tentag ancaman atau intimidasi kepada mahasiswa yang mengikuti demo akan dikenakan Drop Out (DO) atau nilai “D”, adalah tidak benar dan dirinya menegaskan jika tidak pernah mengeluarkan statement itu. Bahkan sebelumnya, pihak kampus telah melakukan mediasi bersama mahasiswa namun berjalan alot. Sehingga keputusan bersama sekretariat Pajarpala dibongkar untuk sementara waktu, namun bukan berarti mereka dibiarkan tanpa ruang diskusi. Ia menerangkan, mereka tetap diberikan tempat sementara yaitu di dalam kelas seperti UKM lainnya.
“Sebelumnya, sekretariat mereka ada didalam, kenapa ditutup karena ada perluasan. Mereka minta dipindahkan namun lokasinya belum ada, harus bersabar. Lihat, lapangan parkir saja penuh, apalagi tempat UKM. Jadi kita alihakan ke kelas untuk sementara waktu, tapi mereka tidak mau,” ujarnya.
Ditanya terkait tuntutan tersebut, Bennedictus akan segera menyelesaikan permasalah ini secepatnya secara internal saja. Dia menjamin jika relokasi sekret dan pembangunan tangga darurat bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Untuk tangga darurat kita akan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak kontraktor. Nanti kontraktor menjelaskan terkait keamanan dan lain sebagainya. Untuk masalah sekret Mapala Pajarpala, kita meminta 10 perwakilan dari mereka berdiskusi kembali secara internal saja, mereka anak didik kami, jadi mari kita mencari solusi dan tempat yang cocok bersama,” pungkasnya. (CJS01)



