Luka Jalan Melebar, Kemacetan Mengular

PALEMBANG – Pembangunan Jalan Noerdin Pandji sebagai jalur alternatif akses Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ke pusat kota Palembang boleh dibilang asal jadi. Terbukti telah terjadi kerusakan (luka) jalan yang semakin parah sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas di simpang empat bandara.

Karena curah hujan tinggi dan kontur tanah bergelombang yang dilewati kendaraan bertonase besar, akhirnya Jl Noerdin Pandji mengalami puncak kerusakan pada Selasa (21/3). Akibatnya, lalu lintas dari simpang bandara SMB II yang sebelumnya mengalami kemacetan dampak pengerjaan megaproyek light rail transit (LRT) semakin mengular, terlebih setelah ditambah kerusakanan Jl Noerdin Pandji. Tidak hanya itu, setiap kendaraan yang melintas harus terjebak ke dalam lubang jalan sedalam 51 cm dan membuat antrean melewati jalan itu semakin panjang.

Kepala Bidang Jalan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Provinsi Sumatera Selatan, Muchtar mengatakan, pihaknya segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. “Segera kami tangani, hari ini juga. Material dan peralatan sudah mengarah ke sini, mulai masuk,” ungkap Muchtar, dikonfirmasi Simbur di lapangan, Selasa (21/3).

Dikatakannya, Dinas PUBM akan memperbaiki kembali jalan yang diberi nama sama dengan nama orang tua Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tersebut. “Anggaran perbaikan jalan (Noerdin Pandji) akan kami masukkan pada ABT (anggaran belanja tunai) tahun 2017,” terangnya.

Sementara, Kapolsek Sukarami Ahmad Akbar melalui anggotanya yang berada di lokasi A Rianto mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lapangan setelah mendapat informasi kemacetan akibat kerusakan Jl Noerdin Pandji. “Kami dari Polsek Sukarami untuk sementara membantu pengguna jalan supaya bisa dilalui dan tidak mengalami kemacetan di Jl Noerdin Pandji yang berlubang sedalam 51 cm. Hal ini sudah diketahui Satlantas Polresta Kota Palembang,” tegas A Rianto. (maz)