- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Kejar Begal, Polisi Tembak Teman Sejawat
PALEMBANG – Tertembaknya dua anggota reserse Polda Sumsel, yaitu Brigadir Kurniawan dan Brigadir Fir dibenarkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Maryoto. Akan tetapi, kedua anggota polisi tersebut bukan ditembak begal, namun tertembak oleh rekan sendiri sesama polisi saat mengejar pelaku begal.
“Memang benar ada dua anggota polisi yang terkena tembakan tetapi bukan karena ditembak oleh komplotan begal, melainkan oleh anggota polisi sendiri (friends fire),” ungkap Kapolda saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Aula Catur Cakti Mapolda Sumsel, Senin (13/2).
Friends fire, tambah Kapolda, bisa terjadi karena ada beberapa faktor. Di antaranya faktor psikologi, di mana menembak dalam keadaan berlari lebih sulit daripada diam. Faktor lainnya, situasional, di mana operasi tersebut dilakukan malam hari.
“Hal ini akan menjadi cambuk bagi saya dan anak buah agar tidak menggampangkan tugas untuk menegakkan hukum. Ini juga tidak kami anggap sebagai sebuah kebetulan tetapi akan kami perbaiki semaksimal mungkin,” jelasnya.
Sampai saat ini anggota polisi yang menjadi korban beserta keluarganya tidak mempersoalkan kejadian tersebut karena sudah menjadi risiko sebagai aparatur penegak hukum. Irjen Pol Agung juga sudah menyampaikan kepada seluruh anggota reserse untuk tidak patah semangat dan terus berbuat untuk memberantas perbuatan kejahatan di Sumsel. Kami sama sekali tidak memusuhi orangnya tetapi perbuatannya. “Saat ini kedua anggota kami dalam keadaan baik-baik saja karena peluru yang tidak bersarang dan sudah dilakukan penanganan medis (dibersihkan/operasi ringan). Mungkin minggu depan keduanya sudah bisa bertugas kembali di satuannya,” terangnya.
Untuk mencegah salah tembak tidak terulang lagi, perlu diperhatikan kembali dari aspek kesiapan anggota apalagi dalam menghadapi kondisi gelap. Ini akan kami jadikan pelajaran agar lebih baik dimasa depan.
Dijelaskan, dirinya memang tidak langsung melakukan klarifikasi atas kejadian tersebut karena menunggu momen yang tepat agar tidak terjadi kepanikan dan ketakutan ditengah-tengah masyarakat.
Irjen Pol Agung menjelaskan, kronologi peristiwa tersebut. Pada 11 Februari malam, anggota reserse Polda sedang mengejar pelaku begal di kawasan Jakabaring yang kemudian melarikan diri ke area yang gelap. Saat diberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali, yang bersangkutan tetap melarikan diri sehingga petugas berusaha melumpuhkan dengan tembakan. Hanya saja karena kondisi gelap maka tembakan tersebut justru mengenai dua orang petugas yang sedang mengejar orang itu. “Pelaku berinisial S berhasil dilumpuhkan dan tertembak dikaki. Kami masih mengejar dua orang pelaku lagi,” pungkasnya.
Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo membenarkan klarifikasi kapolda. Dijelaskan, saat pelaku akan ditangkap, dia mengeluarkan senjata sehingga dilakukan penembakan karena sebelumnya sudah diberi tembakan peringatan. Hanya saja karena keadaan gelap maka dua anggota reserse Polda yang justru terkena tembakan. “Atas kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi dengan mengadakan pelatihan, mengecek kembali kesiapan dan kecakapan anggota agar tidak terjadi lagi dikemudian hari,” terangnya.
Diketahui, operasi penangkapan yang dilakukan di kawasan Jakabaring tersebut melibatkan sedikitnya 12 anggota reserse Polda Sumsel. Dari pelaku ditemukan barang bukti sebuah pisau, satu pucuk senjata api rakitan dan 4 buah peluru. (mrf)



