- Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
Dengan kata lain, kata dia, jurnalisme pangan harus berfungsi sebagai jembatan antara seni kuliner dan konteks masyarakat yang lebih luas. Menawarkan wawasan tentang kekayaan budaya makanan dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Kedua, era digital dan demokratisasi media telah merevolusi cara jurnalisme makanan dikonsumsi dan diproduksi. Maraknya konten makanan daring telah menciptakan ruang berbagi wawasan kuliner bersama para jurnalis profesional. Demokratisasi media makanan ini telah memperluas jangkauan audiens dan memungkinkan lebih beragamnya suara dan perspektif. “Hal ini juga menimbulkan tantangan dalam menjaga integritas dan kredibilitas jurnalistik. Itu karena batasan antara jurnalisme profesional dan konten yang dibuat pengguna menjadi semakin bias,” ujarnya.
Ketiga, pertimbangan etika dalam jurnalisme pangan menuntut jurnalis harus memahami kompleksitas etika. Keempat, peran keberagaman dan inklusi merupakan komponen penting dari semua jurnalisme, termasuk pelaporan makanan yang etis. “Jurnalis harus berusaha menyajikan berbagai perspektif dan menghindari stereotip atau bias,” ujarnya.
Kelima, menavigasi kritik dan tantangan jurnalisme pangan seperti isu ketenagakerjaan atau masalah lingkungan. Jurnalis pangan juga perlu terlibat dalam pelaporan yang kritis dan investigatif. Menyoroti aspek-aspek industri makanan yang kurang menarik seperti upah tenaga kerja dan dampak lingkungan yang sama pentingnya. Terakhir, masa depan jurnalisme pangan terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dan menanggapi berbagai masalah. Jurnalisme pangan juga telah berkembang pesat, berevolusi menjadi bidang yang kompleks dan dinamis yang bersinggungan dengan berbagai aspek kehidupan.
Diketahui, Simbur Academy merupakan program unggulan Simbur yang paling diminati dan dinanti mahasiswa. Hingga saat ini Simbur Academy sudah empat kali dilaksanakan. Pertama kali Simbur Academy 2023: Artificial Intelligence for Student of Climate Journalism digelar pada 7 Maret 2023. Kemudian, Simbur Academy 2024: Decision Intelligence for Students of Sustainability Journalism berlangsung 30 Maret 2024. Simbur Academy 2025: Food Journalism on Media Public Relations for Future Students digelar pada 22 Mei 2025. Simbur Academy 2026: Jurnalisme Pangan dan Air Bersih berlangsung pad 4 Juli 2026.(red)



