- Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
Dikatakannya, jurnalisme pangan dan air bersih memiliki hubungan yang sangat erat. Itu karena keduanya merupakan pilar esensial dalam keberlangsungan hidup manusia yang saling bergantung. Jurnalisme berfungsi sebagai pengawas dan penghubung informasi yang menyoroti bagaimana krisis air, pencemaran lingkungan, dan tata kelola sumber daya air berdampak langsung pada produksi dan keamanan pangan.
Azhari menambahkan, kelangkaan air bersih akan mengancam lebih dari setengah produksi pangan dunia akibat rusaknya siklus air dan perubahan iklim. Hal itu didasari hasil riset global yang dilakukan Bruine de Bruin, W., et al. (2026) dalam jurnal Nature Food. Hasil penelitiah tersebut menganalisis data survei dari Lloyd’s Register Foundation World Risk Poll yang melibatkan 124.003 orang dari 121 negara dengan berbagai tingkat ekonomi. Penelitian meriset akses ke air bersih sebagai kebutuhan dasar manusia. “Jika kekurangan akses ke air minum bersih, tentu akan lebih rentan kekurangan akses ke sumber makanan,” sebutnya melansir hasil riset tersebut.
Bukan hanya memperbaiki ketahanan pangan, akses air bersih yang aman juga dapat mengurangi risiko bahkan mendukung masyarakat hidup lebih sehat. “Karena itu, kami menggandeng Perumda Tirta Musi Palembang yang sangat peduli dengan ketersediaan air bersih lokal demi mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, pihaknya juga melatih generasi muda untuk menjaga keanekaragaman hayati melalui jurnalisme pangan dan air bersih. Mengawal keberlanjutan sistem pangan dan air bersih berbasis inovasi dan kearifan lokal. Dalam paparan materinya, Azhari juga menyampaikan kepada peserta workshop mengenai karakteristik jurnalisme pangan menurut Damian Radcliffe, Profesor Jurnalisme Carolyn S. Chambers di University of Oregon dan Columbia University. Pertama, jurnalisme pangan bersifat multifaset. “Artinya saat ini jurnalisme pangan tidak hanya terbatas kuliner tetapi meluas ke berbagai aspek kehidupan. Hal itu mencerminkan hubungan kompleks antara makanan dan air bersih dengan budaya masyarakat,” jelasnya.



