Hadapi Dampak Krisis Global dengan Indonesia Bicara Baik

Ancaman krisis akibat konflik di Selat Hormuz yang menyuplai 20 persen energi dunia itu memicu lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok global, dan risiko inflasi tinggi. Suhu geopolitik global yang kian memanas tentu saja berdampak pada sistem kebijakan lokal. Karena itu, penerapan strategi inovasi organisasi terbaru Merpati 404 ini sangat penting dan relevan, khususnya bagi BPC Perhumas Palembang.

Muhammad Azhari resmi dilantik pada Sabtu (2/5) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Badan Pengurus Pusat (BPP) Nomor 010/SK/BPP/I/2026 tanggal 7 Januari 2026. Dia menjelaskan, strategi Merpati 404 merupakan bagian dari rencana pola strategis BPC Perhumas Palembang Periode 2025-2028. “Melalui strategi kehumasan dan komunikasi, menyuarakan Indonesia kuat dan tangguh dalam menghadapi dampak krisis global. Khususnya melalui Gerakan Indonesia Bicara baik,” terangnya.

Dikatakannya pula, strategi Merpati 404 terdiri dari 4 unsur program internal (Resiliensi, Reaktivasi, Rekonsiliasi, Regenerasi) dan 4 unsur program eksternal (Representasi, Renegosiasi, Reintegrasi, Reposisi). “Semua pengurus dan anggota harus memosisikan diri di titik nol organisasi induk Perhumas saat melaksanakan program kerja. Harapannya agar dapat mewujudkan kestabilan dan keseimbangan sehingga badan pengurus cabang dapat maju dan berkembang,” ungkapnya.

Lanjut Azhari, BPC Perhumas Palembang harus memperkuat posisi tawar dan nilai guna, serta menawarkan program alternatif yang lebih sederhana untuk mempertahankan loyalitas anggota dan pengurus serta brand dan reputasi organisasi. “BPC Perhumas Palembang siap berpartisipasi membangun nation branding Indonesia di kancah internasional dengan kearifan lokal Sumatera Selatan, khususnya Palembang,” tutupnya.