- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Progres Pembangunan Jembatan Gantung Desa Pusar Capai 80,50 Persen
BATURAJA, SIMBUR – Kodim 0403/OKU terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Salah satu proyek vital yang tengah menjadi fokus utama adalah pembangunan Jembatan Gantung Sungai Ogan yang berlokasi di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Provinsi Sumatera Selatan. Hingga saat ini Rabu 4 Maret 2026 proyek yang berada di bawah pengawasan Koramil 012/Baturaja tersebut menunjukkan tren positif dengan realisasi fisik yang signifikan.
Komandan Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Berdasarkan laporan teknis terbaru, progres pembangunan saat ini telah mencapai angka 80,50 persen.
Jembatan gantung ini dirancang dengan spesifikasi panjang mencapai kurang lebih 100 meter dan lebar 2 meter, membentang kokoh di atas Sungai Ogan yang memiliki lebar sekitar 50 meter. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan wilayah terisolir, memperpendek jarak tempuh, serta mempermudah pengangkutan hasil bumi bagi petani di sekitar Desa Pusar.
Memasuki tahap akhir, tim di lapangan telah berhasil menyelesaikan agenda krusial, yakni penyetelan gantungan jembatan gantung secara menyeluruh. Tahapan ini merupakan salah satu bagian tersulit yang membutuhkan ketelitian tinggi guna memastikan aspek keamanan dan keseimbangan beban jembatan saat digunakan nanti. Dengan selesainya tahap penyetelan, struktur utama jembatan kini telah terlihat bentuk dan kekuatannya.
Selanjutnya, pengerjaan akan segera difokuskan pada dua agenda utama, yakni pemasangan gelagar memanjang serta pemasangan klam seling tengah lantai. Letkol Arh Yusuf Winarno menegaskan bahwa meski mengejar target selesai tepat waktu, standar kualitas dan keamanan material tetap menjadi prioritas utama agar jembatan memiliki daya tahan yang lama dalam menghadapi arus sungai dan beban kendaraan roda dua.
Dandim 0403/OKU juga mengapresiasi sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat yang saling bahu-membahu dalam proses pembangunan ini. Beliau berharap, setelah jembatan ini rampung 100 persen, warga dapat menjaga dan merawat aset infrastruktur ini dengan baik. “Manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang dalam meningkatkan taraf ekonomi dan sosial di wilayah Baturaja Barat,” ujar Dandim. (rel)



