- Bertambah Jadi 53 Korban Tewas, 137 Orang Terluka, dan 5.488 Warga Dievakuasi akibat Gempa NTT
- Renungan Suci, Kenang Jasa Pahlawan
- Panjat Pinang hingga Jalan Santai Warnai Hari Kemerdekaan
- Instruksi Keluarkan Darurat Gempa NTT agar Anggaran dan Bantuan Dapat Disalurkan
- Terdata 47 Warga Tewas akibat Gempa NTT
Dua Warga Magelang Tewas akibat Banjir Lahar Merapi
JAKARTA, SIMBUR – Dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir lahar yang melanda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3). Peristiwa ini terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya, sehingga memicu meluapnya Sungai Senowo di Kecamatan Dukun.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD mengatakan, selain dua korban meninggal dunia, hingga saat ini dua orang lainnya masih dinyatakan hilang dan tengah dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. “Sementara itu, enam warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis secara intensif,” ujarnya.
Korban meninggal dunia yang telah berhasil ditemukan hari ini masing-masing atas nama Heru Setyawan (25) dan Arif Fuad Hasan (26). Berdasarkan laporan terkini, kondisi banjir telah berangsur surut. “Meski demikian, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (5/3) dengan penambahan personel serta dukungan peralatan berat guna mempercepat proses evakuasi,” terangnya.
Dari sisi dampak kerusakan, banjir lahar juga mengakibatkan kerugian materiil. Hasil pendataan sementara oleh BPBD Kabupaten Magelang mencatat satu unit truk terseret arus, satu jembatan terputus, serta tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan.
“Secara keseluruhan, banjir lahar ini berdampak pada delapan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dukun, Sawang, dan Mungkid,” tandasnya.(red)



