- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Gempa Myanmar Tewaskan 2.719 Orang, Indonesia Kirim Bantuan Besar-besaran
JAKARTA, SIMBUR – Gempabumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3). Karena itu, Pemerintah Indonesia mengirimkan Tim Urban Search and Rescue (USAR) ke Myanmar sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap negara yang sedang dilanda bencana.
Berdasarkan keterangan dari penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing dalam pidato yang disiarkan televisi setempat dan dilansir Reuters, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mencapai 2.719 orang pada hari Selasa (1/4). Sementara, 4.521 orang terluka dan 441 orang hilang. Pada hari Jumat (4/4) korban tewas diperkirakan akan melampaui 3.000 orang.
Hari ini atau tiga hari pascagempa yang terjadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M beserta perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait melepas Tim USAR. Kepala BNPB dalam arahannya saat memimpin apel menyatakan, bantuan ini merupakan kebutuhan yang dibutuhkan Myanmar dan juga sebagai bentuk dukungan Indonesia kepada negara yang sedang dilanda bencana. “Kami bergerak atas permintaan negara Myanmar, dari Pemerintah Myanmar meminta bantuan melalui Kemenlu kemudian berkoordinasi,” ucap Suharyanto.



