- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Banjir Rendam Jabodetabek, Perbaiki Jembatan Putus sebelum Libur Lebaran hingga Modifikasi Cuaca Kurangi Intensitas Hujan
JAKARTA, SIMBUR – Hujan intensitas tinggi melanda Jabodetabek (Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, dan Bekasi). Akibatnya, sejumlah kawasan tersebut terendam banjir sejak Senin (3/3). Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus berusaha melakukan penanggulangan bencana banjir. Khususnya melalui upaya perbaikan infrastruktur hingga modifikasi cuaca.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto SSos MM menyampaikan, pemerintah pusat melalui BNPB mendukung kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Terutama bagi warga yang terdampak pada masa tanggap darurat banjir di daerah Jabodetabek.
“Kami akan kerahkan personel ke masing-masing daerah terdampak dan peralatan sesuai kebutuhan di lapangan,” tutur Suharyanto pada Konferensi Pers Penanganan Banjir di Wilayah Jabodetabek, Selasa (4/3).
Suharyanto mengatakan, BNPB juga akan mendukung pemulihan infrastruktur dalam waktu dekat, khususnya untuk penanganan jembatan yang rusak. Kepala BNPB tidak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan dalam mobilisasi, terlebih beberapa minggu lagi hari raya Idulfitri akan tiba.
BNPB akan meminta Mabes TNI untuk mengerjakan dukungan jembatan Bailey sehingga akses jalur dapat tersambung kembali dalam waktu kurang dari tiga minggu ke depan. “Infrastruktur ada tujuh jembatan yang putus, yang belum tertangani ada enam. Kami pastikan nanti dalam waktu tidak terlalu lama, tiga minggu ini krusial, menjelang libur Idul Fitri dan libur nasional ini jangan sampai jembatan ini masih putus. Kami akan gunakan jembatan Bailey. Kami akan berkoordinasi dengan TNI supaya jembatan ini bisa segera terpasang di lokasi yang masih putus,” imbuhnya.
BNPB juga mendukung upaya penanganan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, di wilayah Jabodetabek. Hal tersebut dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) pada hari ini, Selasa (4/3). Dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B, nomor registrasi PK-SNP. Penyemaian bahan baku berupa garam (NaCl) diharapkan dapat dilakukan pada area target. Operasi ini akan berlangsung dalam tiga sorti.
Sorti pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan sorti kedua pukul 17.30 hingga 19.30 WIB dan sorti terakhir pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Penyemaian 1 ton NaCL setiap sortinya akan dilakukan pada ketinggian 8.000 – 11.000 kaki.
BNPB bersama instansi terkait yang melakukan OMC ini berharap dapat mengalihkan potensi hujan di wilayah Jabodertabek yang terdampak banjir ke area yang lebih aman. Di samping itu, OMC ini diharapkan dapat untuk menurunkan intensitas hujan dan dampak bencana yang lebih besar.
Suharyanto menyampaikan, operasi ini akan berlangsung menyesuaikan dengan prediksi cuaca yang telah ditetapkan. “Saat ini kita mulai dari tanggal 4 sampai 8 Maret mengingat prediksi curah hujan masih cukup tinggi,” ujar Suharyanto.
Menurutnya, prakiraan cuaca juga menunjukkan masih berpotensi terjadi curah hujan tinggi pada pertengahan Maret 2025. “Kami akan dukung dengan OMC untuk mengurangi intensitas hujan di sekitar Jawa Barat,” lanjutnya.
Suharyanto menegaskan, Pemerintah Pusat melalui BNPB berkomitmen untuk terus memprioritaskan keselamatan masyarakat dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam situasi tanggap darurat hingga transisi ke pemulihan melalui dukungan peralatan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan optimal.



