- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Speedboat versus Jukung, Satu WNA Tewas
PALEMBANG, SIMBUR – Kecelakaan antara kapal speedboat Semoga Jaya 400 PK dengan kapal jukung Tiga Berlian, terjadi Rabu (13/11/24) pukul 09.00 WIB, di Perairan Teluk Tenggerik, Kecamatan Banyuasin 1, Banyuasin.
Kantor Basarnas Palembang menerima laporan insiden tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwanya berawal sekitar pukul 09.00 WIB, kapal speedboat 400 PK Semoga Jaya bermuatan 23 penumpang, ditambah 2 orang kru kapal. Berangkat dari dermaga Palembang menuju Perairan Sei Baung.
Sewaktu melintas di tikungan Perairan Teluk Tenggirik, terjadi tabrakan, ketika speedboat Semoga Jaya berusaha menghindari Jukung Doa Bersama yang melaju gandeng dengan Jukung Tiga Berlian.
Rupaya bagian buntut speedboat mengenai bagian samping kiri jukung Tiga Berlian. Hal itu menyebabkan speedboat kehilangan kendali sampai kemasukan air. Akibatnya speedboat tenggelam, sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Akibat tubrukan tersebut, menyebabkan satu orang penumpang speedboat Semoga Jaya tenggelam, korban atas nama Wu Hoa merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.
Kepala Basarnas Palembang Raymond Konstantin SE mengerahkan 2 tim rescue menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pencarian terhadap korban. “Persisanya sekitar pukul 10.50 WIB, korban berhasil ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi tim Sar Sar dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang,” kata Raymond.
Pasca ditemukannya korban, maka operasi Sar dinyatakan selesai dan ditutup. Semua unsur Sar yang terlibat dikembalikan kekesatuannya masing – masing.
Ada pun data korban kecelakaan speed boat Semoga Jaya dengan jukung Doa bersama gandeng dengan jukung Tiga Berlian sesuai sumber Polairud Polda SumSel.
Jukung Tiga berlian dinakhodai Rudi dan kernetnya Galang. Lalu Jukung Doa Bersama dinakhodai Tomi dan kernetnya Aprani.
Sementara speedboat Semoga Jaya dinakhodai Romadhon dan kernet Hasrul. Dengan 22 orang penumpangnya, Umar Hadi, Bima Rahmad, Indar Sanjaya, Rio Setiawan, Bahtiar, Nasri, Kevin Kameswara, Akhmad Fairuzi, Risman Anwari dan Yunzheng Sun.
Lalu Yanpeng li, Jianji Pang, Yoshiko Yushimura, Xianggao Sun, Yu chen, Chao li, Teguh Indra, Anggota TNI, Iptu Belki, Ipda Rendi, Simo Tuuria dan Wu Hao serta Muhammad Farhan. (nrd)



