- Skandal Suap Fee Proyek Usai Pilkada 2024, Kejati Sumsel Tangkap Wakil Bupati Pali
- Sambut 443 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Palembang
- Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit, Bupati dan Wabup Mura Gelar Rakor
- PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
- Abpednas Raih 100 Ribu Anggota, Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Sekitar 95 Persen Karhutla di Kawasan Gunung Rinjani Berhasil Dipadamkan
JAKARTA, SIMBUR– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan Balai Taman Nasional Gunung (BTNG), Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Rabu lalu (13/11). Api masih belum berhasil dipadamkan petugas gabungan.
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, pihaknya memantau penanganan karhutla yang masih terjadi hingga hari ini, Kamis (14/11). Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan 95 persen api yang ada di kawasan hutan berhasil dikendalikan. Petugas gabungan melakukan pemantauan dan pengendalian titik api di lokasi terdampak.
Sebaran titik api berada pada wilayah Batu Ceper, Plawangan, di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pantauan tim BPBD setempat, titik api berada di Seberang timur, jalur pendakian pos 3 dan pos cemara 5.
“Pihak BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan pihaknya masih menghitung luas karhutla tersebut,” ujarnya.
Merespons adanya api di kawasan hutan, tim gabungan langsung terjun ke lokasi terdampak. Tim gabungan segera memutus jalur api agar tidak menjalar secara luas.
BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan di kawasan yang saat ini masih terdapat titik api. Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah, pada esok hari (15/11) masih terpantau pada potensi mudah dan sangat mudah terbakar. “Patroli petugas kawasan perlu ditingkatkan untuk mencegah dini meluaskan api apabila terjadi karhutla,” tutupnya.(red)



