- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Lima Penumpang Tewas Plus Satu Jasad Balita, Korban Terakhir Ditemukan Sejauh 13 Kilometer
PALEMBANG, SIMBUR – Tim Sar gabungan Basarnas Palembang, TNI AL Polairud, Nelayan bersama warga perairan berhasil menemukan dua penumpang speedboat Sinar Agung. Korban hilang dan tewas di Perairan Tanjung Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin.
Dua penumpang speedboat yakni Eko (21) bersama Gunadi (41) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ditambah Satu jenazah balita I (4) yang dibawa speedboat sempat hilang namun berhasil ditemukan. Gunadi merupakan korban terakhir, yang ditemukan Tim Sar gabungan, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (5/2/24). Dalam kondisi meninggal dunia.
“Untuk korban Gunadi, jauh jaraknya sekitar 13 Kilometer dari lokasi awal kecelakaan. Selanjutnya dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman” kata Raymond Konstantine SE, Kepala Kantor Basarnas Palembang.
Setelah semua korban ditemukan maka operasi Sar dinyatakan selesai dan ditutup. Semua unsur Sar yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing,” timpalnya kepada Simbur.
Diketahui, kecelakaan di Perairan Tanjung Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, terjadi Minggu (4/2/24) sekitar pukul 00.30 WIB. Melibatkan kapal speedboat membawa jenazah dengan perahu muatan kelapa.
Keesokan siangnya sekitar pukul 10.15 WIB informasi itu diterima Basarnas Palembang. Dini hari itu awalnya, kapal speedboat 40 Pk Sinar Agung yang dinakhodai Sudarno sedang membawa jenazah balita, bersama 9 orang penumpang lainnya.
Kapal speedboat baru bertolak dari Dermaga PU Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin. Hendak menuju ke daerah Primer 8, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin.
Nah sewaktu melintas di Perairan Serai, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, mengalami kecelakaan. Bertabrakan dengan perahu ketek muatan kelapa. Perahu ketek yang dinakhodai Hardi sendiri bertolak dari Sungai Bungin.
Akibat tabrakan keras ini, speedboat Sinar Agung hancur berkeping – keping, lalu karam, mesti bagian papan kayu masih mengapung.
Untuk korban dari kapal speedboat Sinar Agung yakni, tiga orang meninggal dunia. Atas nama Surya (50), Winardi (40) dan Dewi Lestari (29). Ditambah korban luka – luka yang selamat, yaitu Trisno (35), Junarti (37), Nando (30), Suyoto (22), dan Sudarno (40). Kemudian korban yang hilang diperairan, yakni Eko, Gunadi dan jenazah anak Icha (4). (nrd)



