- Kualitas Udara Menurun, Bagikan Masker dan Batasi Aktivitas Sekolah
- Kukuhkan Pokja News Room Jaga Desa saat Demo 27 Agustus 2026, SMSI: Tidak Ada Motif Politik
- Jalankan Proses Hukum 15 Kasus Karhutla dengan 17 Tersangka di Sumsel
- Imam Salat Istisqa Ajak Masyarakat dan Para Pemimpin Sumsel Bertaubat
- Presiden Prabowo Berikan Atensi Percepat Penanganan Karhutla Sumsel
Panen Padi saat Musim Kemarau, Harga Beras di Sumsel Ugal-ugalan
Kakek telah dikaruniai 7 cucu ini melanjutkan kepada Simbur. Bibit sebanyak 5 kg seharga Rp 65 ribu, yang ia habiskan untuk ditanam untuk lahan setengah hektare ini.
“Tidak mencangkul, tidak pakai alat langsung saja ditanam, kemarinkan musim hujan. Nah sekarang pas musim kemarau kami panen. Untuk hasilnya sekitar 3 ton padi gabah. Ya untuk makan sendiri, tidak dijual,” timpalnya.
Robinson mengatakan, sebagai petani kendalanya di modal, baik untuk membeli racun dan pupuk. Untuk setengah hektare tanaman padi, menghabiskan modal sekitar Rp 3 juta. “Mudah – mudahan hasilnya lebih lah, karena harga beras lagi naik. Sedangkan harga gabah perkilo Rp 6.500. Pengaruh musim kemarau ini, jadi beras mahal. Tapi kalau musim bajir nanti Rp 8 ribu paling tinggi,” ungkapnya.



