Geser Anggaran untuk Penanganan Karhutla Sumsel

PALEMBANG, SIMBUR – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni membahas kurangnya alokasi dana/anggaran, untuk pengendalian karhutla. Karena itu, Fatoni menegaskan sejumlah  solusi untuk melakukan pergeseran anggaran. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  memang harus dilaksanakan sesuai dengan yang ditelah anggarkan dan direncanakan.

“Terkait dengan anggaran inikan daerah banyak yang menyampaikan tidak sesuai maka kami jelaskan bagaimana solusi untuk melakukan pergeseran anggaran. Dalam kondisi darurat dan terdesak ini, bisa dilakukan melalui perubahan terhadap anggaran APBD. Sama seperti kita dulu menangani covid. Sebelumnya tidak ada anggaran tapi begitu ada covid semua refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan covid. Begitu juga dengan ini, maka fokus adalah mengatasi kebakaran dan dampak sosial ekonomi,” ucap Fatoni.

Fatoni mengakui, dalam penanganan karhutla dibutuhkan dukungan semua pihak, terkhusus  TNI/Polri, DPRD, Bupati/Walikota, dan yang paling penting adalah dukungan dari seluruh masyarakat  Sumsel. “Saya yakin seluruh perkerjaan bisa terselesaikan dengan baik. Karena ini menyangkut nama baik bangsa kita, apalagi kalau sampai mengeksplor asap negara lain. Oleh karna itu harus ditangani, karena ini menyangkut keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat,” katanya (4/10).

Fatoni mengapresiasi kerja keras Kapolda Sumsel dalam melakukan penanganan karhutla. Sebab menurut dia, ada tiga unsur yang dapat menimbulkan terjadinya karhutla yakni  karena faktor  cuaca, lahannya banyak gambut, dan yang ketiga prilaku perusahaan atau perorangan. “Ketiganya akan kami atasi, sehingga penangannya akan lebih cepat. Maka, kita harus selalu kompak  secara bersama- sama dan ini sudah menjadi komitmen kita bersama, oleh karena itu harus didiskusikan,” ujar Fatoni.

Sementara Kapolda Provinsi Sumsel Irjen. Pol. A. Rachmad Wibowo, S.I.K. dalam paparannya menegaskan, pihaknya telah melaksanakan Operasi Mandiri Kewilayahan dengan  “Operasi Stop Karhula Musi 2023” dengan melibatkan 460 orang personel, TMT 12 September sampai dengan 12 Oktober 2023, dan dilaksanakan evaluasi secara rutin. Kemudian, Polda Sumsel juga telah melaksanakan koordinasi dengan stakeholders untuk mendapat pinjaman mobil Damkar guna memadamkan api.

“Dibawah kendali Kapolres Ogan Komering Ilir dan Kapolres Ogan Ilir yaitu 2 Unit Damkar PT Pertamina, 1 Unit Damkar PT Pertagas, 1 Unit Damkar PT Pusri dan 1 Unit Damkar dari relawan,” tuturnya.

Selain itu pula lanjut Kapolda, pihaknya  telah melaksanakan pendekatan pada  masyarakat melalui para tokoh agama,  selain itu  secaa masif membuat himbauan berupa video pendek yang berisi  ajakan  perihal pentingnya menjaga lingkungan dan larangan mencari rejeki dengan cara merugikan orang lain.

“Sebelumnya kami juga telah menerima bantuan tenda sebanyak 6 unit dan 280 paket makanan siap saji dari Kemensos RI.  Selain itu  3000 paket makanan tambahan untuk dibagikan kepetugas di lapangan Satgas Stop Karhutla,” tandasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel bergerak cepat dengan meningkatkan kolaborasi dengan Kodam II/Sriwijaya. “Saya baru kemarin bertugas disini (Sumsel). Karena itu, saya melakukan kunjungan ke Forkopimda yang ada di Sumsel ini,” kata Fatoni Di Makodam II Sriwijaya Sumatera Selatan, Rabu (4/10).

Kunjungan kerja Fatoni itu pun disambut langsung Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil bersama jajaran seperti Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Ruslan Effendi dan jajaran lainnya.

Menurutnya, banyak hal yang dibahas dalam kunjungannya ke Kodam II/Sriwijaya ini. Termasuk juga persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat masih terjadi di Sumsel. “Kita diskusi berbagai hal dan persoalan yang terjadi, termasuk karhutla. Dengan komunikasi dan sinergi ini, semua hal dan persoalan yang kini terjadi akan terkoordinasi dengan baik,” kata Fatoni. “Tujuan ini juga agar komunikasi sehingga semua langkah yang kita lakukan ini berjalan sesuai tugas dan fungsi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil mengatakan penguatan koordinasi ini memang sangat penting dilakukan. “Termasuk dalam mengatasi persoalan karhutla ini. Dukungan dari pemerintah memang sangat kita butuhkan. Kami juga berterima kasih atas kunjungan pak Gubernur,” ucap Yanuar.(kbs/red)