- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kebakaran 4.083 Hektare Lahan di Sumsel Sebabkan Kerusakan Ekosistem dan Lingkungan
# Korporasi Bantu Lima Helikopter WB dan Penambahan Embung
TULUNG SELAPAN, SIMBUR – Sampai hari ini ada 4.083 hektare lahan terbakar di Sumsel dengan 38.473 titik hotspot. Hal itu berdasarkan data Dirjen Pengendalian dan Pencemaran Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK yang disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIk take off.
Menurut Kapolda, pihaknya melakukan penyelidiki, untuk memastikan bagaimana perusahaan sudah berkontribusi dan menyediakan peralatan dalam memadamkan api. “Kami mengingatkan, ada beberapa hal yang harus di optimalisasi. Yakni tingkatkan pembuatan embung atau kantong air. Kemudian bekerja secara gotong royong, dalam pemadaman api. Kemudian saling mengingatkan dalam mengedukasi. Untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan, yang mengakibatkan polusi udara dan asap yang merusak ekosistem dan lingkungan hidup,” harap Kapolda Sumsel.
Kapolda menggunakan Helikopter Dolphin P-3102. Untuk patroli udara, meninjau titik api, akibat Karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Irjen Pol Rachmad terbang bersama Pilot AKP Asep serta Copilot AKP Deden dan Kapolres OKI AKBP Diliyanto SIk, patroli udara untuk memantau titik api, sebab kabut asap semakin pekat, membuat polusi udara kian tebal.
Tiba di lokasi, Jenderal bintang dua ini, mengecek rumah warga di Desa Selapan Timur milik Rubi bin Tono yang terbakar akibat Karhutlah. Lalu, mengecek lahan plasma PT Samora, terletak perbatasan Desa Ujung Tanjung dan Desa Selapan Ilir.
Selanjutnya mengecek, embung sebagai tempat sumber air, atau kantong ketersedian air, berada di PT Samora Tulung Selapan. Kemudian melakukan sosialisasi di Kantor Camat Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, untuk masyarakat bahu membahu membantu memadamkan karhutla disana, pada Rabu (4/10/23) siang.
Kapolda Sumsel memerintahkan segera membuat lagi embung tempat kantong air. “Sudah kita perintahkan, segera mengerahkan 2 unit eksapator. Untuk membuat embung air. Paling tidak dengan kedalaman 3 meter, panjang dan lebar 10×10 meter. Sebagai cadangan untuk helikopter water boombing. Supaya mudah mengambil air dan lebih dekat. Untuk ke titik api,” cetusnya kepada Simbur.
“Kalau embung sudah tersedia dan airnya dipastikan ada, kirimkan ke kami titik koordinatnya, lalu kami teruskan ke tim Satgas yang melakukan pemadaman,” pintanya.
Kapolda Sumsel menyampaikan terimakasih kepada pihak korporasi atau pun perusahaan, yang ikut terlibat dalam operasi stop karhutla ini. “Terimakasih kepada korporasi, yang sudah sangat membantu. Walaupun kebakaran itu tidak terjadi di wilayah konsesinya. Perusahaan yang membantu, yakni PT BMH dari grup Sinar Mas, mereka mengirimkan 5 unit helikopter water boombing, masker, kacamata anti asap termasuk pompa air. Ini tentu sangat dibutuhkan dalam membantu kelancaran operasi stop karhutla,” bebernya kepada Simbur.
Selepas patroli udara, Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIk, menerima Kunker Pejabat Gubernur Sumsel Dr Agus Fatoni MSi dan Forkompimda Prov Sumsel Ruang Vicon Presisi Polda Sumsel.
Rachmad mengatakan Operasi Stop Karhutla Musi 2023 terus berjalan, untuk memadamkan titik api. Sasaran pemadaman di daerah Jungkal, Tulung Selapan, Pampangan, Cengal dan Pedamaran. Dimana personel ini dibawah kendali Dandim, Kapolres OKI dan Kepala BPBD OKI. Bupati OKI juga menggerakan Camat dan Kepala Desa.
“Rapat koordinasi segera bersama, Satgas Water Bombing dan stakeholder lainnya. Sehingga helikopter stand by on call, sesuai tupoksinya, yang sudah mengetahui daerah menjadi target pemadaman,” urainya.
PJ Gubernur Sumsel Dr Agus Fatoni MSi mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan Polda Sumsel dan jajaran dalam penanganan Karhutlah di Provinsi Sumsel. Tentu ia mensupport apa yang telah dilakukan Polda Sumsel dan jajaran semoga dengan kolaborasi komunikasi dan koordinasi yang sudah terjalin baik. (nrd)



