- Bertambah Jadi 53 Korban Tewas, 137 Orang Terluka, dan 5.488 Warga Dievakuasi akibat Gempa NTT
- Renungan Suci, Kenang Jasa Pahlawan
- Panjat Pinang hingga Jalan Santai Warnai Hari Kemerdekaan
- Instruksi Keluarkan Darurat Gempa NTT agar Anggaran dan Bantuan Dapat Disalurkan
- Terdata 47 Warga Tewas akibat Gempa NTT
Tiga Warga Tewas Tertimbun Longsor “Gunung Sampah” di Bantargebang
JAKARTA, SIMBUR – Peristiwa longsor melanda kawasan Zona 4 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3) pukul 13.00 WIB. Musibah ini mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran di lokasi kejadian.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, selain korban jiwa, longsor tersebut juga menyebabkan sejumlah unit truk sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi tertimbun. Beberapa saat setelah kejadian, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi DKI Jakarta melakukan proses evakuasi serta mendata kerugian materiil lebih lanjut di lokasi kejadian. “Operasi pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan kembali pada Senin (9/3),” ujarnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya keamanan dalam proses pencarian, mengingat prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Stabilitas material longsor yang masih labil berisiko memicu pergerakan tanah susulan. “Tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan yang ketat agar tidak menambah korban jiwa,” ungkapnya.
BNPB turut mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan di sekitar TPA, termasuk wilayah lain dengan topografi lereng perbukitan, maupun kaki gunung untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi pergerakan tanah.
Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus. “Peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal sangat krusial dilakukan agar fenomena serupa tidak terulang dan risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” imbaunya.(red)



