- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Kabupaten OKI Berpotensi Paling Parah Dilanda Kekeringan
PALEMBANG, SIMBUR – Empat daerah di Provinsi Sumatera Selatan berpotensi dilanda kekeringan. Hal itu berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian (10 harian) hingga dua dasarian ke depan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis mengatakan, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis pada beberapa kecamatan di wilayah kota/kabupaten dengan status waspada. Menurut dia, keempat daerah tersebut yaitu Kabupaten Lahat, tepatnya di Merapi Barat, Merapi Selatan, Merapi Timur (21 hari tanpa hujan). Kabupaten PALI di Penukal (40 hari tanpa hujan), Kabupaten OKI di Celikah (60 hari tanpa hujan), dan Kabupaten OKU Timur: Buay Madang (47 hari tanpa hujan. “Sejauh ini OKI, dari sisi curah hujan,” ungkap Dayan kepada Simbur menyebut daerah yang terancam paling parah dilanda kekeringan.
Dayan menambahkan, kekeringan meteorologis biasanya diikuti berapa faktor. “Di antaranya, persediaan air berkurang untuk rumah tangga dan pertanian serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan,” jelasnya seraya mengimbau kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kekeringan meteorologis. (red)



