- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Jalan Bonyok Dibiarkan Bertahun-tahun, Warga Ancam Demo
BANYUASIN, SIMBUR – Sepuluh tahun sudah, Jalan utama Desa Kenten Laut Seberang, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Padahal letaknya, lebih dekat ke kota Palembang. Ironisnya, tidak mendapat perhatian, tidak kunjung dibangun, sebagaimana layaknya jalan aspal disekitar metropolitan.
Pantauan Simbur, akses jalan ini biasa dilalui, setelah melewati perbatasan Kenten Laut Ujung, Palembang dan Banyuasin. Setelah melewati jembatan ekstrim, posisinya naik, seperti menanjaki bukit dan turun menukik tajam, persis di atas Sungai Kenten Laut. Kondisinya cukup rawan dan berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Baru pengendara bisa melihat Jalan umum Desa Kenten Laut Seberang, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Jalan ini masih berupa tanah coklat yang dikeraskan, bila hujan bonyok, lengket dan licin. Kemudian berdebu saat kering.
Kepala Dusun (Kadus) Desa Kenten Laut Seberang, Ruslan mengatakan kepada Simbur, Rabu (26/7/23) sekitar pukul 15.00 WIB, terkait Jalan Desa Kenten Laut Seberang, sudah lama belum mendapat perhatian dari pemerintah.
“Jalan ini biasa dilewati anak sekolah ke SMP setiap harinya. Kasihan anak – anak, kalau hari hujan, jalannya ancur, lengket dan becek. Kalau kemarau debu tebal, nah itu keluhan kita disini,” ujarnya.
Ruslan meneruskan, terakhir jalan ini tersentuh pengerasan pada tahun 2013 lalu. Sudah 10 tahun artinya, sampai hari ini belum ada perhatian.
“Harapan kami, karena ini jalan umum. Kami mintak perhatian dari pemerintah, segera dibangun jalan kami ini. Supaya anak – anak bisa berangkat sekolah. Apalagi kalau hujan becek, kendaraan taksi ini tidak mau ke sini, karena susah masuk,” keluhnya.
Sebelum sebelumnya dulu, sudah ada caleg telah berjanji akan membangun, tapi hanya memberikan harapan dan janji palsu saja. Jalan umum yang rusak ini sepanjang sekitar 7 kilometer, melewati Desa Kenten Laut Seberang, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.
“Ya biasa dilalui petani, anak sekolah, dan untuk liburan wisata juga ramai. Malah kita lebih dekat kota Palembang, tapi sama tidak ada perhatian juga. Apalagi dari Pemkab Banyuasin. Serasa dianak tirikan,” timpalnya kepada Simbur.
“Jadi kalau harapan kami tidak terpenuhi juga, karena tidak ada pembangunan selama bertahun – tahun ini, masyarakat mau demo, ya secepatnya kami akan demo,” seru Ruslan disambut setuju warga.
Senada dikatakan Sapran, selaku Badan Pemusyawaratan Desa atau BPD Desa Kenten Laut Seberang, Kecamatan Banyuasin. Menyikapi keluhan masyarakat terhadap jalan sudah lama dilewati, kalau hujan jalannya bonyok sekali, maka kasihan anak – anak sekolah sehingga rawan kecelakaan.
“Kami sangat berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Sumsel. Agar jalan ini dibangun secepatnya, karena pendidikan tetap berlanjut, tidak perduli musim hujan atau panas. Kalau kering ini, debu sangat mengganggu pengendara,” ungkapnya.
“Warga sini serasa ingin lari saja, pindah ke kota Palembang, kalau kami dibiarkan saja tidak diperhatikan sama Pemkab Banyuasin. Sementara harus ikutan aturan rayon sekolah. Tapi jalan rusak kami bingung, otomatis saya sebagai BPD harus memfasilitasi warga yang ingin berdemo, atau warga yang ingin pindah dari Kabupaten Banyuasin ke kota Palembang saja,” cetusnya.
Harapannya, kepada pemerintah kabupaten Banyuasin secepatnya diperhatikan.”Karena janji – janji dari Caleg dan Legislatif, ternyata tidak ada yang terealisasi. Tadinya kita warga berharap ini jadi kenyataan. Terhadap janji mereka, tapi setelah jadi, kenyataanya sampai hari ini tidak ada perubahan,” beber Sapran.
“Sehingga masyarakat sepakat akan ramai – ramai berdemo, sehingga perhatikan harapan warga. Apabila pemerintah tidak segera turun tangan. Untuk hambatan jalan selama ini, itu masalah dana, tidak ada alokasi anggaran kata Pemda. Nah diujung jalan desa ini berbatasan dengan desa Sebalik, itu sungai,” tukasnya kepada Simbur.
Marlina sendiri, merasa sangat miris dengan kondisi jalan umum yang dilaluinya hampir setiap hari itu. “Aktivitas warga terganggu, kalau hari hujan, mau anter anak ke pesantren, sekolah. Warga juga mau ke pasar, jalan licin. Kalau tidak kunjung dibangun juga. Kami mau pindah saja dari Banyuasin. Bupati kan pernah kesini, tahu keadaannya,” tukas warga Desa Kenten Laut Ujung ini. (nrd)



