- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ketinggian Air Hampir 400 Cm, Banjir Musi Rawas Berpotensi Meluas
# Sebanyak 8.227 Jiwa Terdampak
PALEMBANG, SIMBUR – Banjir melanda wilayah Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (10/3). Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi hingga meluapnya Sungai Musi yang berdampak ke pemukiman warga.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB berhasil menghimpun data terkini dari BPBD Kabupaten Musi Rawas per Senin (13/3) pukul 17.30 WIB menyebutkan sebanyak 8.227 jiwa terdampak yang tersebar di tiga kecamatan. Adapun kecamatan terdampak yakni Kecamatan Bts Ulu Cecar, Kecamatan Muara Kelingi dan Kecamatan Sukakarya. Banjir juga mengakibatkan sedikitnya 2.618 unit rumah terdampak, dua jembatan rusak ringan, dua jembatan gantung putus, satu polindes, satu kantor desa, satu sekolah dasar dan tiga tempat ibadah terdampak.
“Berdasarkan kaji cepat sementara, ketinggian banjir terpantau berkisar antara 50 – 400 sentimeter. Pantauan visual dilapangan menyebutkan, kondisi air cenderung naik dan luasan terdampak semakin meluas,” ungkap Abdul Muhari, PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
BPBD Kabupaten Musi Rawas segera tiba dilokasi sesaat setelah kejadian dan terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna melakukan pendataan serta peninjauan dilokasi terdampak. “Selain itu, upaya evakuasi juga terus dilakukan dengan mengerahkan perahu karet untuk membawa warga terdampak ke lokasi yang lebih aman,” paparnya.
Merujuk informasi BMKG mengenai Prakiraan Curah Hujan Dasarian III Maret untuk wilayah Musi Rawas memiliki potensi curah hujan dengan kategori Menengah. Merpons hal tersebut, BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bencana yang disebabkan oleh faktor cuaca. “Salahsatunya dengan mengetahui mana saja wilayah yang rawan bencana, kemudian selalu mencari informasi terkini cuaca yang akan terjadi, dan selanjutnya mengetahui jalur evakuasi jika terjadi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru langsung mendatangi bencana banjir merendam pemukiman warga yang bermukim disejumlah desa dalam Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas, Selasa (14/3).
Dalam tunjauannya tersebut Gubernur Herman Deru ingin memastikan secara langsng bagaimana kondisi warga yang rumahnya terendam banjir. Selain itu kehadirannya juga membawa bantuan yang diperuntukan bagi warga yang terdampak genangan banjir yang hampir setinggi ditengah-tengah masyarakat yang terdampak banjir.
Dengan didampingi Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud, Gubernur Herman Deru menyambangi satu persatu rumah warga yang terendam banjir akibat meluapnya dua sungai yakni sungai Kelingi dan sungai Musi yang terjadi dalam tiga hari terkahir dan hingga, Selasa (14/3) siang, ketinggian air mencapai 3 meter lebih. “Yang sabar dan jaga Kesehatan ya,” ucap Herman Deru.
Menurut Herman Deru dari laporan yang diterimanya, setidaknya ada sekitar 2.258 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir tersebar di 29 desa di Musi Rawas. Tiga desa diantaranya di Kecamatan Muara Kelingi yang terendam cukup parah.
“Saya turun langsung meninjau banjir di Muara Kelingi untuk melihat langsung kondisi dan kesehatan warga, dan yang paling penting kita pastikan tidak ada korban jiwa, tegasnya.
Herman Deru mengapresiasi atas kesigapan satgas dari BPBD dan Basarnas bersama dengan TNI/Polri dibantu warga yang langsung turun kelokasi banjir untuk mengevakuasi warga agar tidak terjadi dampak yang lebih parah. “Kita akan mencari penyebabnya, hutan masih terjaga disini tapi kita akan cari penyebabnya dimana, atau memang karena faktor curah hujan yang sangat tinggi,” imbuhnya.
Lebih jauh Herman Deru memastikan untuk meminimalisir dampak yang akan timbul pasca banjir, Pemprov Sumsel bersama dengan Pemkab Musirawas di back up oleh PMI telah mendirikan posko kesehatan. “Pemprov bersama dengan pemda dibantu PMI mendirikan posko kesehatan mengantisipasi dampak banjir seperti penyakit gatal-gatal, demam, ispa termasuk ambulance disiapkan untuk membantu balita dan manula yang membutuhkan pertolongan cepat,” tambahnya.
Terkait dengan kondisi infrastruktur, Herman Deru juga memastikan beberapa infrastruktur yang rusak akibat banjir akan diinventarisir untuk selanjutnya diperbaiki. Termasuk Signal telepon seluler diharapkannya tidak ada gangguan. “Infrastruktur yang rusak tadi ada 4 jembatan gantung yang putus dan 2 masih perlu di inspeksi serta ada beberapa rumah yang ikut arus,” terangnya.
Herman Deru intruksikan Bupati Mura untuk memantau penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Seperti bantuan makanan, obat-obatan dan lainnya. “Saya minta semua ikut bersama menanggulangi dampak banjir ini, yang paling penting partisipasi masyarakat dan petugas desa untuk mengontrol jangan sampai ada oknum mengambil kesempatan dalam kesempitan ini. Para tokoh juga dilibatkan memantau penyaluran bantuan yang kita distribusikan,” tandasnya.(kbs/red)



